Peserta Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat, Hayono Isman menggulirkan program petani muda melalui ekonomi gotong royong berlandaskan Pancasila. Dia mengatakan, akan menyelesaikan bagian hulunya dengan mengajak kaum muda untuk menjadi petani.
Dalam pernyataannya, (Kamis, 6/2), Hayono mengaku pernah berbincang dengan sejumlah mahasiswa di daerah untuk membicarakan soal profesi petani. Para mahasiswa tersebut enggan menjadi petani karena dinilai sebagai profesi yang tidak terhormat dan menjanjikan.Karena mereka menganggap petani sulit menjadi kaya.
Namun, Hayono meyakinkan kaum muda mampu mengembangkan profesi petani sebagai pekerjaan terhormat yang dapat menghidupi keluarga.
Ia bercerita bertemu sejumlah pemuda pada suatu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat kemiskinan mencapai 30 persen.Kemudian, pemuda tersebut mampu mengoptimalkan peran distribusi dengan menghilangkan tengkulak.
"Sehingga mampu menekan angka kemiskinan hampir mencapai 0 persen," ungkap Ketua Umum Perajin Tahu Tempe tersebut.
Selain itu, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan pemerintah Indonesia perlu menghilangkan ketergantungan komoditas pangan impor guna meningkatkan kesejahteraan petani domestik.
Lebih lanjut, Hayono menyatakan ketahanan pangan melalui importir akan berdampak terhadap penghasilan petani di Indonesia.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu menambahkan optimalisasi sektor pertanian harus didukung infrastruktur jalan yang memadai.Kerusakan insfrastruktur jalan akan berdampak terhadap distribusi bahan pangan sehingga harga kebutuhan akan meningkat.
[zul]