Berita

Hukum

Kejati DKI Tahan Mantan Direktur Surveyor

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 21:19 WIB | LAPORAN:

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akhirnya menahan mantan Direktur PT Surveyor Indonesia Fahmi Sadiq. Dia menjadi tersangka kasus korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah tahun 2010-2011 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan nilai anggaran Rp 135 miliar.

Penahanan terhadap tersangka Fahmi dilakukan pada tadi malam setelah diperiksa penyidik. Dia ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

"Mulai hari ini tersangka FS ditahan di Rutan Cipinang. Alasan penahanan tersangka FS karena dikhawatirkan yang bersangkutan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri," kata Kepala Kejati DKI Jakarta Adi Toegarisman (Rabu, 5/2).


Dia menambahkan, alasan lain penahanan tersangka FS, dikhawatirkan akan mempengaruhi saksi-saksi lain. Dalam kasus ini, sedikitnya ada 40 saksi yang telah diperiksa. Diantaranya para karyawan di perusahaan milik BUMN itu, termasuk pihak Kemendikbud.

"Alasan lain penahanan yang bersangkutan, diikhawatirkan mempengaruhi saksi lain di perusahaannya yakni PT SI," jelas Adi.

Namun begitu, Adi enggan merinci berapa persisinya kerugian negara dari proyek tersebut. Dia mengaku masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kejati DKI juga masih mengusut keterlibatan pihak lain karena proyek pemetaan dan pendataan sekolah se-Indonesia di bawah Kemendikbud itu tidak selesai dikerjakan.

"Kami telah terima bukti pengembalian uang sebesar Rp 55 miliar dari yang bersangkutan (FS)," ungkap Adi.

Dalam kasus ini, Kejati DKI telah menetapkan empat tersangka lain yakni Suhenda selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Effendy Hutagalung selaku panitia pemeriksaan dan penerimaan, Manager Proyek PT SI, Yogi Paryana Sutedjo, dan Direktur Operasi PT SI, Mirma Fajarwati Malik.

Proyek ini sendiri bergulir tahun 2010-2011. Untuk proyek 2010 menggunakan anggaran sebesar Rp 90 miliar, sedangkan tahun 2011 membutuhkan anggaran Rp 45 miliar. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya