Berita

anas dan bang buyung/rmol

Hukum

Bang Buyung: Anas juga Bantu Menangkan SBY

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 15:48 WIB | LAPORAN:

. Selain menceritakan peran Sekjen Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat kongres Demokrat 2010 di Bandung, Anas Urbaningrum juga membeberakan peran Presiden SBY kepada penyidik KPK.

Begitu klaim pengacara Anas, Adnan Buyung Nasution usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta, Rabu (5/2).

"Anas baru cerita tentang kongres (Demokrat), bagaimana dia bisa menang. Tapi tidak lupa dia katakan SBY bisa menang karena Anas juga. Bukan Anas jadi ketua umum saja. Anas juga membantu SBY jadi Ketua Dewan Pembina (Partai Demokrat)," kata Bang Buyung panggilan akrabnya.


Buyung keluar duluan. Sementara Anas masih diinterogasi penyidik di ruang pemeriksaan. Dalam pemeriksaan yang tadi sempat diikuti Buyung, penyidik rata-rata mengkonfirmasi ke kliennya soal Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung.

"Di mana steering comitte (Ibas menjabat ketua) juga kan jelas siapa. Saya kira itu dulu lah," sambung dia.

Menurutnya, saat ini pemeriksaan kliennya tak hanya mengerucut pada perkara pokok, gratifikasi Hambalang. Penyidik juga mengorek-ngorek soal adanya aliran dana Hambalang yang mengalir ke Kongres Demokrat.

"Sekarang Hambalang tidak diperiksa lagi larinya ke Partai Demokrat. Biarlah kita ikutin aja kewenangan penyidik asal jelas koridornya sehingga pembela pun tahu apa yang akan dibela," terangnya.

Bang Buyung, apakah klien anda tahu adanya aliran dana dari Hambalang ke kongres?

"Wah itu materi. Biar kita lihat dulu sampai mana pertanyaan penyidik. Maka dari itu penyidik dan yang diperiksa harus sama-sama jujur. Itu keinginan saya kita lihat nanti. Maka untuk bisa jujur harus tahu dulu persoalannya apa. Kalau tidak seperti beli kucing dalam karung," demikian advokat berambut putih itu. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya