Berita

warga sahel/net

Dunia

Tangani Krisis Pangan di Sahel, PBB Butuh $2 Miliar

SELASA, 04 FEBRUARI 2014 | 15:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan bahwa pihaknya membutuhkan bantuan dana sebesar $2 miliar dari donasi internasional pada tahun 2014, demi membantu lebih dari 20 juta orang yang terancam kelaparan di kawasan Sahel Afrika.

"Banyak orang yang terancam di Sahel. Kebutuhan mereka besar sehingga tidak ada lembaga atau organisasi yang dapat menanganinya sendiri," kata Kepala bidang Kemanusiaan PBB, Valerie Amos dalam pertemuan di Roma, Senin (3/2).

Ia menyebut bahwa sekitar 20 juta orang saat ini berada pada risiko kerawanan pangan di Sahel. 2,5 juta di antaranya membutuhkan bantuan pangan mendesak demi mempertahankan hidup.


Sekitar 1,2 juta warga Sahel terpaksa mengungsikan diri dari rumahnya demi menghindari aksi kekerasan serta konflik yang terjadi. Hal tersebut memicu masalah krisis pengungsi yang berlarut-larut. Lebih dari itu, sekitar lima juta anak di bawah lima tahun diperkirakan menderita gizi buruk tahun ini.

Penyebab lainnya adalah pertumbuhan peduduk di wilayah yang melebihi produksi makanan di tahun 2013. Hal tersebut menyebabkan makanan sulit diperoleh dan harga pangan tinggi si sejumlah pasar.

"Prioritas pertama kami adalah untuk memastikan bahwa petani di Sahel memiliki musim tanam yang sukses dalam beberapa minggu mendatang, memberikan mereka pemasukan hasil pertanian segera," jelas Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organisation (FAO), Jose Graziano.

"Tanggung jawab kami adalah juga untuk memastikan bahwa kekeringan berikutnya tidak akan menyebabkan krisis kemanusiaan besar lainnya dengan memproduksi varietas benih bermutu, merehabilitasi lahan pertanian yang terdegredasi, mengelola air hujan dan mendukung irigasi skala kecil," lanjutnya.

Sahel merupakan kawasan di Afrika yang terdiri dari sembilan negara, yakni Burkina Faso, Kamerun, Chad, Gambia, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, dan Senegal. Demikian seperti diberitakan Middle East Online. [rus]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya