Berita

Hukum

Pengawasan Djoko Suyanto Cs terhadap Polri Masih Minim

SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 22:48 WIB | LAPORAN:

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai pengawasan yang dilakukan Komisi Kepolisian Nasional terhadap Polri masih kurang. Karenanya, menjelang Pemilu 2014, diharapkan Kompolnas dapat mendorong Polri menjadi institusi yang kapabel menangani berbagai kasus, juga pelanggaran di pesta demokrasi.

"Kompolnas punya peran yang sangat signifikan untuk pengawasan polisi, tapi belum cukup," ujar Koordinator Kontras Haris Azhar saat menyambangi kantor Kompolnas di Jalan Tirtayasa, Jakarta, Senin (3/2).

Dia menjelaskan, secara institusi maupun struktural, Kompolnas tidak cukup untuk mengawasi sekitar 400 ribuan polisi di seluruh Indonesia. Tetapi, dengan enam orang komisioner dan tiga diantaranya juga duduk di level kementerian, seharusnya Kompolnas dapat mendorong kebijakan politik bagi perbaikan Polri.


"Kalau strukturnya Kompolnas menarik sekali. Ketuanya Menko Polhukam Joko Suyanto, seharusnya Kompolnas dapat memberikan rekomendasi ke presiden melalui ketua langsung ke presiden," kata Haris.

Tiga tahun terakhir ini, laporan kesewenangan anggota polisi yang masuk ke Kontras sekitar seribuan. Mulai dari kasus kekerasan, penyiksaan, hingga ketidaklengkapan barang bukti.

"Kapasitas pengawasan atau penyelesaian kasus-kasus yang melibatkan polisi sangat minim. Seringkali dukungan negara untuk perbaikan polisi sangat minim, ini yang menyebabkan polisi bertindak sendiri. Ini kan kecenderungan umum," demikian Haris. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya