Berita

Di Depan Gubernur Lemhanas, Wiranto Prihatin Banyak Pemimpin yang Minim Wawasan Kebangsaan

SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 20:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila wawasan kebangsaan calon pemimpin tipis, maka hal ini akan sangat membahayakan. Sebab pemimpin seperti ini tidak akan berdiri tegak dalam pergaulan global yang saat ini sangat dahsyat ini. Sebaliknya, Indonesia akan menjadi bangsa besar bila pemimpinnya memahami benar wawasan kebangsaan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pertai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, usai menerima kunjungan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Budi Susilo Soepandji di DPP Partai Hanura, Senin, (03/02).

Dalam pertemuan ini, ungkap Wiranto, mereka berbincang perihal membangun wawasan kebangsaan. Lemhanas juga sudah membuka pintu untuk kader-kader partai politik untuk mengikuti pendidikan wawasan kebangsaan. Dan seluruh seluruh kader Partai Hanura mendukung usaha-usaha Lemhanas itu.


"Karena membangun wawasan kebangsaan juga merupakan bagian dari tugas Partai Hanura  untuk meningkatkan, menebalkan dan memberikan wawasan kebangsaan kepada para kader kadernya," ujar Wiranto yang dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi.

Dalam pertemuan ini, Wiranto menyampaikan rasa prihatin sebab banyal pemimpin yang minim wawasan kebangsaannya. Padahal Indonesia mempunyai paham yang sangat kuat yaitu  Pancasila, kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. Namun hal ini sudah terinduksi dengan munculnya satu paham liberalisme yang sangat kuat.

"Kita butuh suatu penguatan pancasila, sebagai landasan atau falsafah bangsa indoesia untuk kita terus maju kedepan nanti," kata Wiranto.

Pehamanan Wiranto akan wawasan kebangsaan inilah yang membangkitkan perhatian Lemhanas. Budi Susilo Soepandji juga sangat senang kerja sama dengan Wiranto untuk meningkatkan wawasan kebangsaan kepada para kader politik. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya