Berita

Dunia

Bahas Perdamaian Mali, Raja Maroko Sambut Sekjen MNLA di Istana

SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 17:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Maroko, Raja Mohammed VI, menerima Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad atau National Movement for the Liberation of Azawad (MNLA), Bilal AG Cherif, yang datang ke Istana Kerajaan didampingi oleh juru bicara gerakan tersebut, Moussa AG Attaher, pada Jumat pekan lalu (31/1).

Menurut penyataan resmi dari kantor Raja Maroko, pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari kelanjutan upaya Raja Mohammed untuk mencapai perdamaian serta stabilitas di Republik Mali. Itu demi penyelesaian akhir krisis di negara tersebut sejak pecahnya revolusi pada Januari 2012 lalu.

Dalam pertemuan, Raja Mohammed menekankan perhatian Maroko untuk menjaga kesatuan wilayah dan stabilitas Republik Mali. Ia menekankan pentingnya kontribusi demi menemukan solusi serta kompromi yang akan membantu memerangi organisasi fundamental serta terorisme yang mengancam negara-negara Maghrem dan Sahel. Selain itu, Maroko juga mendorong pengembangan serta peningkatan martabat hidup rakyat Mali.


Sementara itu, Bilal AG Cherif, memberikan gambaran situasi serta perkembangan terbaru di Mali Utara. Ia juga berterimakasih pada Raja Maroko atas komitmennya untuk memerangi kekerasan, ekstrimisme, serta terorisme yang mengancam wilayah Sahel dan Sahara.

Pada kesempatan tersebut, Raja Mohammed juga mendorong MNLA untuk tetap mengambil bagian dalam dinamikan regional yang diprakarsai oleh PBB dan Economic Community Of West African States (ECOWAS) sebagai pendekatan yang relistis serta efisien untuk mencapai solusi akhir atas krisis yang terjadi saat ini.

Bilal AG Cherif menekankan komitmen Maroko untuk menemukan solusi akhir krisis di Mali, mengingat hubungan historis yang erat antara Republik Mali dan Maroko. Ia juga menekankan kepentingan Raja Mohammed dalam mempromosikan hubungan persaudaraan, solidaritas, serta kerjasama antara kedua negara.

Dalam pertemuan, turut hadir Menteri Luar Negeri Salaheddine Mezouar serta direktur studi dan dokumentasi Yassine El Mansouri. Demikian seperti dikabarkan Morroco World News.

Untuk diketahui, MNLA pada April 2012 lalu secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan wilayah Azawad dari Republik Mali setelah serangkaian pemberontakan yang dilakukan. Azawad sebelumnya merupakan bagian utara dari Republik Mali. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya