Berita

ilustrasi/net

Kisruh Beras Ilegal Bukti Manajemen Pangan Nasional Amburadul!

SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Masuknya beras impor asal Vietnam jenis medium secara ilegal ke Indonesia membuktikan gagalnya pemerintah mengelola kedaulatan pangan.

"Hal ini menunjukan manajemen pangan nasional amburadul," kata Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 3/2).

Fadli menjelaskan, harga pembelian pemerintah untuk beras lokal jenis medium adalah  Rp 6.600 per kg atau 550 dolar AS per metrix ton, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.000 per kg atau 750 dolar AS per metrix ton. Sedangkan harga pasar dunia untuk beras medium Vietnam adalah 395 dolar AS per metrx ton, jika di konversi harga pokok gudang di Indonesia menjadi Rp 6.000 per kg.


Untuk harga beras premium Vietnam, lanjut Fadli, adalah 415 dolar AS per metrix ton FoB, dan dikonversi harga pokok di gudang Indonesia menjadi Rp 6.460 per kg. Ini melawan HET beras premium lokal sebesar Rp 11.000 per kg.

"Jarak tinggi antara beras lokal dengan beras Vietnam menjadi pintu masuk importir melakukan impor, baik legal maupun ilegal. Di sinyalir, di 2013 lalu, setidaknya 1,5 juta ton beras masuk ke Indonesia secara ilegal," jelas Fadli, yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra.

Terlihat sudah, masih kata Fadli, ada permainan para mafia impor yang seringkali melakukan praktik kartel memanfaatkan kelemahan pemerintah, seperti kelemahan akurasi data pangan dan penegakan hukum. Impor beras dimanfaatkan kelompok pemburu rente (rent seeker) yang bertujuan melakukan akumulasi kapital untuk membiayai aktivitas politik yang dilakukannya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya