Berita

ilustrasi/net

Pemerintah Tidak Siap Jalankan UU BPJS!

SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 10:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Satu bulan setelah berjalan pelaksanaan jaminan sosial kesehatan, banyak kendala dan tantangan yang dihadapi peserta di lapangan. Seperti minimnya informasi tentang hak yang dimiliki peserta, keterbatasan fasilitas kesehatan sehingga manfaat akomodasi seperti kamar selalu penuh, peralihan peserta jamsostek yang tidak mulus, pemberian obat oleh tenaga medis yang tidak terdaftar di BPJS.

Demikian disampaikan Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), Said Iqbal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 3/2).

"Pemerintah sangat tidak siap menjalankan amanat Konstitusi dan UU BPJS, terlihat dari aturan turunan setingkat PP dan Peraturan Presiden yang seharusnya dibuat paling lambat akhir November 2013 tapi sebagian besar peraturan baru di terbitkan pada akhir Desember 2013," tegas Iqbal.


Belum lagi, lanjut Iqbal, pembayaran dana PBI sekitar Rp 19 triliun belum sepenuhnya di serahkan pada BPJS Kesehatan oleh Kementerian Keuangan yang akan berdampak terancamnya pelayanan kesehatan bagi Rakyat Indonesia. Kementerian Kesehatan juga terkesan kurang memberikan support atas pelaksanaan jaminan kesehatan dengan mengeluarkan sistem INA-CBG’s dengan tarif rendah yang saat ini mendapatkan penolakan oleh provider (Rumah Sakit dan Klinik) khususnya non pemerintah.

Sejak 1 Januari lalu, BPJS Kesehatan, yang bertugas menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat tanpa batasan secara resmi beroperasi. Jumlah peserta awal secara hipotetis adalah sekitar 116 juta jiwa. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya