Berita

gita wirjawan/net

Didukung Mundur, Tapi Gita harus Bongkar Impor Beras Ilegal

MINGGU, 02 FEBRUARI 2014 | 15:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keputusan Gita Wirjawan mundur dari kursi Menteri Perdagangan sangat rasional. Sebagai peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, memang sangat sulit menghindari konflik kepentingan dimana pada saat bersamaan juga menjabat menteri.

Karena itu, DPD Barisan Indonesia (Barindo) Nusa Tenggara Timur bersama 22 DPC Kabupaten/Kota se-NTT mendukung langkah strategis yang diambil oleh Gita Wirjawan tersebut.

"Kami mendukung Ketum DPP Barindo (Gita Wirjawan) mengundurkan dari jabatan Menteri Perdagangan agar tidak terjadi konflik kepentingan dan penyalahgunaan dalam konvensi Capres Partai Demokrat," ujar Ketua DPD Barindo NTT Jonathan Nubatonis (Minggu, 2/1).


Apalagi, menurut Jonathan, calon pemimpin bangsa harus menunjukkan contoh kenegarawanan kepada rakyat Indonesia yang sudah amat cerdas dalam menentukan pimpinan bangsa. Dan Gita Wirjawan sudah melakukan itu. "Hidup Pak Gita, pemimpin bangsa yang ditunggu rakyat," demikian Jonathan.

Dukungan yang sama disampaikan Pangihutan Balisius Halolo, Ketua Forum Kaum Muda Indonesia (FKMI). Menurutnya, Gita Wirjawan telah memberikan tauladan di tengah realitas dan dinamika politik nasional yang semakin hari semakin memprihatinkan dan memanas jelang Pemilu. Semakin ironis, banyak pejabat negara yang merangkap jabatan sehingga fokus kinerja untuk pengabdian pada masyarakat tidak pernah fokus dan maksimal.

"Tapi melihat GW yang mengundurkan diri dari jabatan Mendag, kami mengapresiasi. Itu yang seharusnya dilakukan. (Gita) menjadi contoh. Karena banyak pejabat negara kita sebenarnya (terlibat konflik kepentingan). Sikap GW untuk fokus di pencapresan sebagai peserta Konvensi merupakan sikap yang tegas dan berani," ungkapnya.

Namun, dia juga mengingatkan dan mendorong Gita untuk mengusut tuntas kasus beras impor dari Vietnam. "Pastinya beliau paham kalau impor beras secara tidak langsung telah menyakiti hati petani. Oleh karena itu, FKMI meminta GW tidak begitu saja mengabaikan kasus Impor tersebut," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya