Berita

Suthep Thaugsuban/net

Dunia

Jelang Pemilu, Demokrat Pastikan Tak Bikin Ricuh

SABTU, 01 FEBRUARI 2014 | 14:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Massa anti pemerintah yang dipimpin oleh Partai Demokrat Thailand, People’s Democratic Reform Committee (PDRC) menggelar aksi unjuk rasa ke wilayah Yaowarat atau Chinatown menuju lokasi terakhir di Lumpini Park hari ini (Sabtu, 1/2), sehari sebelum penyelenggaraan pemilihan umum Thailand.

Seperti dikabarkan Bangkokpost, Sekretaris Jenderal PDRC Suthep Thaugsuban juga ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut untuk menyuarakan protes dan kecaman atas penyelenggaraan pemilu.

Pada Jumat malam (31/1), Suthep mengimbau para demonstran agar melakukan aksi unjuk rasa serta blokade jalan secara damai di Bangkok. Ia juga mengimbau bahwa pihaknya tidak akan menghalangi siapapun yang akan memilih ke TPS.
 

 
"Orang-orang tidak akan menutup TPS, tetapi akan menggelar protes di jalan. Mereka akan berunjuk rasa dengan tenang, damai, tanpa kekerasan. Jika ada orang datang untuk mencoba menimbulkan masalah, kami benar-benar tidak akan sependapat dengan mereka. Kami tidak akan melakukan apapun yang akan menghambat orang untuk memilih," kata Suthep seperti dikutip Asiaone (Sabtu, 1/2).

Massa pengunjuk rasa yang turun ke jalanan Bangkok hari ini mayoritas menggunakan pakaian berwarna merah, termasuk Suthep. Hal tersebut sesuai dengan ajakan Suthep untuk merayakan tahun baru China dengan menggunakan pakaian berwarna merah. Di Thailand, warna merah identik dengan warna pendukung Yingluck. Namun Suthep menyebut bahwa tidak ada satu orang pun yang berhak membajak atau mengklaim warna.

"Demi menghormati tahun baru China, mari kita kenakan warna merah dalam unjuk rasa kita ke Yaowaraj," katanya pada Jumat malam kemarin.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir dari Erawan Medical Center yang memonitoring rumah sakit di Thailand, sedikitnya sepuluh orang telah tewas dan 577 orang terluka sejak protes dan demonstrasi menentang pemerintahan Yingluck dimulai pada akhir November 2013 lalu. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya