Berita

aryo djojohadikusomo/net

Gerindra: Survei Perlu Dipertimbangkan sebagai Gambaran Harapan Publik

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 14:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Survei merupakan sebuah cuplikan dari suatu peristiwa, keadaan maupun pemikiran orang pada masa tertentu. Karena itu, cuplikan bisa berubah atau dinamis seiring dengan perjalanan waktu.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusomo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 30/1).

"Namun disadari bahwa survei ini adalah gambaran harapan dan keinginan yang perlu dipertimbangkan serta diperhatikan," kata Aryo Djojohadikusomo, yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (Tidar).


Pernyataan Aryo ini terkait dengan hasil survei Fokus Survei Indonesia (FSI), yang menyebutkan elektabilitas Prabowo Subianto paling tinggi di antara tokoh lain. Tingkat elektabilitas Prabowo mencapai 33,6 persen, dan mengalahkan 15 nama lain yang disurvei. Di urutan kedua survei tersebut adalah Megawati Soekarnoputri dengan perolehan 18,2 persen, Aburizal Bakrie 12,3 persen, Wiranto 8,4 persen, Jokowi 5,2 persen, dan Pramono Edhie Wibowo 3,7 persen.

Berdasarkan survei ini, mayoritas publik Indonesia menghendaki Prabowo jadi presiden karena dinilai sosok pemimpin yang tegas, kuat, bisa menyelesaikan kasus korupsi, mencegah disintegrasi bangsa dan tidak dilecehkan pihak-pihak asing. Harapan tersebut anti-tesis dari kepemimpinan SBY-Boediono selama ini.

Sementara Jokowi berada di urutan bawah karena publik menghendaki agar mantan Walikota Solo itu menuntaskan dulu semua persoalan di Jakarta.

Berdasarkan survei FSI tersebut, Aryo, yang juga Caleg DPR RI dari dapil Jakarta Barat, Utara dan Kepulauan Seribu ini, melihat bahwa masyarakat, atau responden survei, menginginkan figur pemimpin Indonesia yang punya rekam jejak yang jelas. Pemimpin itu juga harus bisa menawakan solusi yang jelas pula untuk bangsa.

"Dan mereka juga melihat bahwa pemimpin yang sudah mereka pilih untuk membenahi daerah mereka diharapkan untuk menyelesaikan tugas mereka," demikian Aryo. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya