Berita

jokowi/net

Alasan Menunda Pencapresan Jokowi Tidak Berdasar!

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 11:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Alasan tidak mengumumkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, sebagai capres sebelum pemilihan legislatif karena khawatir menjadi sasaran tembak lawan-lawan politik benar-benar tidak beralasan.

"Aya aya wae. Kalau soal sasaran tembak, mau sebelum dan sesudah pileg, sama saja dan berlaku terhada semua capres. Itu kan seni berpolitik dalam mengatasinya," kata salah seorang inisiator Kader dan Simpastian PDI Perjuangan Pro-Jokowi (Projo), Fahmy Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 30/1).

Fahmy menilai, elit PDI Perjuangan menahan Jokowi jadi capres karena mereka tidak mau tersandera secara politis. Kalkulasi yang sedang dihitung mereka, apakah mencapreskan Jokowi akan menjadikan elit partai sebagai sasaran tembak lawan politik atas berbagai masalah yang sudah atau belum muncul atau tidak.


"Lalu apakah Jokowi mampu memberikan jaminan aman dan nyaman atas itu semua? ungkap Fahmy.

Publik, lanjut Fahmy, harus paham atas segala skandal korupsi yg muncul saat ini. Sehingga konsesi politik berbeda dengan 2004-2009 yang memikirkan bagi-bagi menteri semata. Saat ini elit-elit parpol cenderung mendukung sosok yang bisa memberikan jaminan keamanan hukum dan politik.

"Inilah yang membuat pilpres 2014 harus dimajukan pemimpin yang lurus-lurus aja, tidak neko-neko, dan minim utang politik," demikian Fahmy. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya