ilustrasi/net
ilustrasi/net
Namun menjadi aneh, kata gurubesar ilmu hukum dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, negara mau menyediakan dana saksi untuk partai. Padahal saksi partai seharusnya dibiayai oleh partai itu sendiri.
Logika Asep, partai mau menciptakan pemilu bersih. Namun partai curiga penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu tidak mampu menggelar pemilu secara bersih. Karena itu, untuk mengawasi penyelenggaran pemilu, partai mau memperkuat saksi. Anehnya, dana saksi ini diminta dari negara.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
UPDATE
Senin, 11 Mei 2026 | 18:17
Senin, 11 Mei 2026 | 18:12
Senin, 11 Mei 2026 | 18:10
Senin, 11 Mei 2026 | 18:09
Senin, 11 Mei 2026 | 17:43
Senin, 11 Mei 2026 | 17:43
Senin, 11 Mei 2026 | 17:42
Senin, 11 Mei 2026 | 17:33
Senin, 11 Mei 2026 | 17:17
Senin, 11 Mei 2026 | 17:14