Berita

ilustrasi/net

Aneh, Negara Mau Biayai Kecurigaan Partai Politik

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk menciptakan pemilu yang benar-benar jujur, adil, dan bersih, posisi saksi dalam pemungutan suara memang sangat penting.

Namun menjadi aneh, kata gurubesar ilmu hukum dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, negara mau menyediakan dana saksi untuk partai. Padahal saksi partai seharusnya dibiayai oleh partai itu sendiri.

Logika Asep, partai mau menciptakan pemilu bersih. Namun partai curiga penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu tidak mampu menggelar pemilu secara bersih. Karena itu, untuk mengawasi penyelenggaran pemilu, partai mau memperkuat saksi. Anehnya, dana saksi ini diminta dari negara.


"Kalau ada dana saksi untuk partai, berarti negara mau membiayai kecurigaan partai. Ini aneh, dan hemat saya tidak masuk akal," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 30/1).

Asep menegaskan, UU hanya menyebutkan bahwa penyelenggara pemilu itu adalah KPU dan Bawaslu. Bila pun negara mau mengeluarkan dana untuk menciptakan pemilu bersih, seharusnya dana itu digunakan untuk memperkuat KPU dan Bawaslu saja, bila memang biaya untuk pengawasan dinilai kurang.

"Kalau memperkuat KPU dan Bawaslu, negara wajib memenuhinya. Kalau dana saksi, dan bahasanya itu partai, itu aneh," demikian Asep. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya