Berita

FOTO:THE INDEPENDENT

Dunia

Menteri Lingkungan Inggris Dikecam Warga Gara-gara Banjir

RABU, 29 JANUARI 2014 | 11:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Somerset, Inggris sejak awal tahun ini memicu kecaman warga serta politisi setempat.

Pasalnya, sejak awal tahun lalu, pemerintah telah diperingatkan bahwa dua sungai yang terletak di Somerset, yakni Tone dan Parrett berpotensi menyebabkan bajir bila tidak segera dikeruk. Namun, pemerintah dinilai telah mengabaikan peringatan tersebut, sehingga bencana banjir yang dikhawatirkan pun terjadi.

Kecaman pun dilayangkan oleh warga dan para politisi Somerset kepada Menteri Lingkungan, Pangan dan Hubungan Pedesaan, Owen Paterson.


Seperti dikutip The Independent, sejak menjabat menteri pada 2012 lalu, Paterson dikatahui telah mengeluarkan kebijakan untuk memangkas hampir setengah dari anggaran pemeliharaan sungai di Inggris. Anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan sungai Inggris turun dari 108 juta Poundsterling di tahun 2010-2011 menjadi sekitar 92 juta Poundsterling di tahun 2012-2013. Angka tersebut kembali menurun pada tahun ini menjadi sekitar 70 juta Poundsterling, dan diperkirakan tahun depan kembali jatuh ke angka 60 juta Poundsterling.

Seperti diberitakan News Sky, banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Somerset tersebut disebabkan sungai yang meluap setelah hujan yang turun terus menerus. Ditambah lagi sistem drainase yang buruk memperparah banjir yang terjadi. Akibatnya, ribuan rumah terendam dan sekitar 31 ribu hektar lahan pertanian hancur.

Paterson pada Selasa (28/1) mengunjungi wilayah Northmoor Green di Somerset. Ia meninjau lokasi banjir dan berbicara dengan pejabat setempat serta para petani yang lahannya rusak akibat banjir. Ia menyebut bahwa pemerintah seharusnya melakukan lebih banyak hal demi mengantisipasi banjir. Ia juga menyesalkan terjadinya bencana banjir tersebut.

Lebih lanjut Paterson juga menyebutkan bahwa ia akan bekerja sama dengan pejabat lokal untuk membentuk rencana aksi yang lebih jelas ke depannya.[wid] 

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya