Berita

Bendera Tunisia

Dunia

Sepakati Konstitusi Baru, Tunisia Terapkan Demokrasi Penuh

SENIN, 27 JANUARI 2014 | 12:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Majelis Nasional Tunisia menyetuji konstitusi baru kemarin. Keputusan ini diambil setelah tiga tahun Presiden Zine el-Abidine Ben Ali lengser.

Pemungutan suara atas konstitusi baru tersebut dilakukan oleh anggota Dewan Tunisia dan menandai langkah penting untuk menerapkan demokrasi penuh di Tunisia.

Seperti dikutip dari al Jazeera, konstitusi baru tersebut memberikan jaminan atas hak yang sama bagi laki-laki dan wanita. Selain itu, juga memberikan perlindungan bagi lingkungan dan menekankan pada pemberantasan korupsi.


Konstitusi baru Tunisia juga mengatur pembagian kekuasaan eksekutif, yakni perdana menteri yang akan memiliki peran dominan, dan presiden berperan dalam pertahanan hak penting prerogatif, terutama dalam urusan pertahanan dan luar negeri.

Dalam konstitusi baru tersebut Islam diakui sebagai agama bangsa, namun tidak disebutkan bahwa Islam dijadikan sebagai sumber hukum. Disamping itu, juga disebutkan bahwa Tunisia berkomitmen untuk menjamin kebebasan berkeyakinan dan hati nurani.

Namun, muncul juga ktitik atas konstitusi baru Tunisa tersebut karena tidak melarang hukuman mati. Selain itu juga masih adanya pembatasan bagi kebebasan berbicara dan perbuatan menyerang agama dan menuduh orang kafir adalah perbuatan ilegal.

Sebelum pemungutan suara atas konstitusi tersebut digelar, Perdana Menteri Medhi Jomaa menunjuk pengurus kabinet sementara sebagai bagian dari kesepakatan mengakhiri krisis antara partai Islam Tunisia dan oposisi sekuler hingga pemilu baru digelar pada tahun ini.

"Konstitusi ini adalah impian warga Tunisia. Konstitusi ini merupakan bukti kebangkitan revolusi, konstitusi ini menciptakan negara sipil yang demokratis," kata Kepala Majelis Mustapha Ben Jaafar. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya