Berita

ilustrasi/net

Dugaan Manipulasi Elektabilitas Jokowi Sudah Mulai Dibicarakan Masyarakat Luas

SENIN, 27 JANUARI 2014 | 08:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hampir semua lembaga survei menempatkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di puncak elektoral. Rata-rata elektabilitas Jokowi bila maju dalam pilpres berada di atas angka 30 persen.

Belakangan, elektabilitas Jokowi ini mulai dibicarakan masyarakat luas. Muncul juga beberapa pemberitaan yang menyebutkan elektabilitas Jokowi ini merupakan hasil rekayasa secara sistematis dan terstruktur.

Bahkan, muncul pemberitaan yang menyebutkan ada orang asing di balik popularitas Jokowi.


Orang asing yang dimaksud adalah Stanley Bernard Stan Greenberg, yang disebutkan sebagai  konsultan politik, pollster, ahli strategi pemenangan pemilu dan pilpres nomor wahid di dunia.

Disebutkan juga, Stan Greenberg adalah Ketua Korps Demokrat Amerika Serikat (AS), yang merupakan sahabat karib konglomerat Indonesia James Riady.

Soal James Riady ini, sudah lama disebut-sebut dan dibicarakan di media sosial sebagai aktor di balik ketenaran Jokowi.

Nama James Riady juga muncul dalam sebuah gambar yang menyebar melalui pesan singkat, blackberry messenger dan media sosial lainnya.

Dalam gambar atau diagram yang kemudian tersebar dengan judul "Peta Kekuatan Jokowi" ini, James Riady terbaca sebagai sosok yang menghubungkan Jokowi dengan lingkar jaringan internasional seperti Arkansas Connection.

James Riady juga yang disebut memberi dukungan kepada Jokowi melalui berbagai lembaga survei, media, kalangan kampus, dan beberapa LSM.

Begitulah, di tengah hasil survei beberapa lembaga yang dipublikasikan, dugaan manipulasi elektabilitas jokowi juga dibicarakan masyarakat luas. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya