Berita

ilustrasi/net

Hukum

Kejati DKI Didesak Tahan Dirut PT Surveyor Indonesia

MINGGU, 26 JANUARI 2014 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gabungan elemen Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta  untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek penelitian dan pengembangan pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurut salah satu elemen IIK, Sekjen Masyarakat Pemerhati Korupsi (Mapikor) Maskur Husain, dalam kasus yang sudah ditangani selama hampir setahun ini baru berhasil menahan tiga orang, Kepala Unit Usaha Strategis Jasa dan Pemerintahan II PT Surveyor Indonesia, Yogi Paryana Sutedjo, dan dua orang lainnya dari lingkungan Kemendikbud.

Sementara itu, pihak lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, Direktur Utama (Dirut) PT Surveyor Indonesia, Fahmi Sadiq tak kunjung ditahan.


"Kejati DKI Jakarta  beralasan, Fahmi dianggap kooperatif. Padahal Fahmi Sadiq sering mangkir ketika dipanggil untuk diperiksa," katanya di Jakarta,  Minggu (26/1).

Bukan hanya itu, Kejati DKI  juga terkesan lamban, terlihat dari beberapa nama lainnya yang diduga terlibat tak lain merupakan kroni Fahmi, yakni Bambang Isworo dan Arif Jainuddin juga tidak jelas nasibnya.

Menurut Maskur, IIK menilai kalau Kejati DKI terkesan tebang pilih dalam menuntaskan kasus ini. Termasuk dalam memperlakukan para tersangka terlihat dari belum ditahannya Fahmi. Ini membuat semua pihak mempertanyakan kinerja Kejati DKI.

"Kami Meminta Kejati agar tersangka segera di tangkap. Melihat kasus tersebut sudah sangat lama. Menyikapi kinerja Kejati, dengan menangani kasus yang telah lama ini sudah berapa  banyak keuangan negara di habiskan khusus nya di Kejati contoh nya dana operasional dan lainnya," tegasnya.

Proyek ini diketahui berjalan pada 2010 dan 2011. Dengan nilai proyek tahun 2010  sebesar Rp 90 miliar, sementara proyek tahun 2011 senilai Rp 45 miliar. Ditaksir kerugian negara mencapai Rp 55 miliar.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya