. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla dan Mahfud MD merupakan sosok yang paling dikehendaki jurnalis untuk menjadi presiden. Sementara bila dilihat dari sisi posisi ketua umum partai politik, Wiranto menjadi satu-satunya ketua umum partai yang paling diinginkan menjadi capres versi jurnalis.
"Wiranto menjadi ketua umum parpol yang lebih diinginkan menjadi presiden daripada 11 ketua umum parpol lainnya," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahudin, dalam keterangan tertulisnya (Kamis, 23/1).
Temuan ini berdasarkan hasil jajak pendapat tentang presiden dan atau wakil presiden yang diinginkan oleh Jurnalis. Jajak pendapat ini diselenggarakan oleh Sigma pada tanggal 12-16 Januari 2014. Jajak pendapat dilakukan dengan metode kualitatif terhadap 112 informan yang berprofesi sebagai jurnalis dari 63 media cetak, elektronik, dan media online.
"Jajak Pendapat dilakukan dengan model terbuka, dimana setiap informan diberikan keleluasaan dan dapat secara bebas menyebutkan siapapun nama tokoh yang diinginkan untuk menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI Periode 2014-2019," kata Said.
Bukan tanpa alasan bila Sigma memilih jurnalis sebagai informan, dan yang juga sebagai sebagai pemilih potensial Pemilu. Dalam pandangan Said, jurnalis dianggap lebih mengenal sosok tokoh dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Profesi sebagai pekerja media memungkinkan para Jurnalis untuk lebih sering berinteraksi secara langsung dengan para tokoh, baik melalui kegiatan peliputan, wawancara, dan aktivitas jurnalistik lainnya. Dengan begitu, Jurnalis dianggap telah mengetahui kualitas tokoh ditinjau dari sejumlah sudut pandang.
"Pendapat jurnalis dalam jajak pendapat ini adalah opini pribadi yang tidak mewakili media tempatnya bekerja. Hasil jajak pendapat ini juga tidak bisa digeneralisasi menjadi pendapat dari seluruh pekerja media, serta tidak mewakili opini profesi jurnalis," ungkap Said.
Said memastikan, hasil jajak pendapat ini dapat dipertanggungjawabkan karena disampaikan secara jujur apa adanya, sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh Informan. Lebih dari itu, jajak pendapat ini tidak dibiayai oleh pihak manapun. Pembiayaan jajak pendapat ini sepenuhnya dibiayai secara swadaya oleh Sigma, sebagai lembaga masyarakat sipil yang mandiri dan independen.
"Jajak Pendapat ini bukanlah kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh Sigma. Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009, Sigma juga pernah menyelenggarakan sejumlah jajak pendapat yang terkait dengan isu Pemilu," demikian Said.
[ysa]