Berita

jokowi/net

Jokowi Hadapi Tata Ruang dan Tata Bangunan yang Sudah Parah

KAMIS, 23 JANUARI 2014 | 06:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Banjir yang terus menghantui DKI Jakarta disebabkan karena kesalahan dalam hal tata ruang dan tata bangunan. Kesalahan ini pun sudah menjadi masalah yang kompleks dan menahun.

"Akar persoalan banjir adalah pelanggaran tata ruang dan tata bangunan," kata pengamat planologi dan tata kota, Edward Sihombing, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 22/1).

Edward sendiri menilai, pemerintahan Jokowi-Ahok yang baru berjalan 1 tahun 3 bulan sudah menunjukkan upaya serius untuk membenahi persoalan ini. Jokowi-Ahok pun harus membuktikan pembenahan ini karena memang tata ruang dan tata bangunan sudah parah.


Saa ini, lanjut Edward, Jokowi perlu memoratorium dan mengaudit ijin bangunan di atas dua lantai yang oleh pemerintahan sebelumnya terkesan menjadi bancakan dinas tata kota dan pengusaha. Kalau tidak, tata ruang DKI hanya jadi bancakan pejabat dinas tata kota dan pengusaha, sehingga masalah DKI semakin kompleks, dan bukan hanya banjir.

"Ini saatnya Jokowi menunjukkan dia pemimpin yang berbeda," ungkap Edward.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, sejak dipimpin Jokowi-Ahok memang titik banjir berkurang. Titik banjir di zaman Fauzi Bowo ada 78 titik, lalu turun menjadi 62 titik setelah dibangunnya BKT. Di bawah Jokowi-Ahok titik banjir sudah turun menjadi 45, dan saat ini ada 35 titik. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya