. Di luar survei konvensional yang biasa melibatkan responden dari berbagai latar belakang profesi dengan beragam variabel, menurut jurnalis, ada empat calon presiden yang paling dikehendaki atau paling diinginkan. Mereka adalah Joko Widodo dengan peringkat pertama, lalu Prabowo Subianto dengan peringkat kedua, Jusuf Kalla peringkat ketiga dan Mahfud MD peringkat keempat.
Temuan ini berdasarkan hasil jajak pendapat tentang presiden dan atau wakil presiden yang diinginkan oleh Jurnalis. Jajak pendapat ini diselenggarakan oleh Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma) pada tanggal 12-16 Januari 2014. Jajak pendapat dilakukan dengan metode kualitatif terhadap 112 informan yang berprofesi sebagai jurnalis dari 63 media cetak, elektronik, dan media online.
"Jajak Pendapat dilakukan dengan model terbuka, dimana setiap informan diberikan keleluasaan dan dapat secara bebas menyebutkan siapapun nama tokoh yang diinginkan untuk menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI Periode 2014-2019," kata Direktur Eksekutif Sigma, Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 23/1).
Bukan tanpa alasan bila Sigma memilih jurnalis sebagai informan, dan yang juga sebagai sebagai pemilih potensial Pemilu. Dalam pandangan Said, jurnalis dianggap lebih mengenal sosok tokoh dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Profesi sebagai pekerja media memungkinkan para Jurnalis untuk lebih sering berinteraksi secara langsung dengan para tokoh, baik melalui kegiatan peliputan, wawancara, dan aktivitas jurnalistik lainnya. Dengan begitu, Jurnalis dianggap telah mengetahui kualitas tokoh ditinjau dari sejumlah sudut pandang.
"Pendapat jurnalis dalam jajak pendapat ini adalah opini pribadi yang tidak mewakili media tempatnya bekerja. Hasil jajak pendapat ini juga tidak bisa digeneralisasi menjadi pendapat dari seluruh pekerja media, serta tidak mewakili opini profesi jurnalis," ungkap Said.
Said memastikan, hasil jajak pendapat ini dapat dipertanggungjawabkan karena disampaikan secara jujur apa adanya, sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh Informan. Lebih dari itu, jajak pendapat ini tidak dibiayai oleh pihak manapun. Pembiayaan jajak pendapat ini sepenuhnya dibiayai secara swadaya oleh Sigma, sebagai lembaga masyarakat sipil yang mandiri dan independen.
"Jajak Pendapat ini bukanlah kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh Sigma. Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009, Sigma juga pernah menyelenggarakan sejumlah jajak pendapat yang terkait dengan isu Pemilu," demikian Said.
[ysa]