. Sejak 2004, ada beberapa bencana yang melanda Indonesia. Sebut saja misalnya bencana berupa tsunami, gempa, banjir, letusan gunung api dan banjir.
Dalam setiap bencana itu, kata Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, Presiden SBY selalu turun dan mengunjungi para korban. Dalam catatanAndi Arief, paling tidak, 18 kali SBY turun langsung ke lapangan.
Pada hari Natal 25 Desember 2004, SBY mengunjungi korban Gempa Nabire. Pada 28 Desember 2004 dan selanjutnya, SBY berkali-kali berkantor dan mengunjungi Aceh. Pada 13 Januari 2005, SBY mengunjungi korban tsunami Nias. Pada 12 April 2005, DBY mengunjungi korban gempa bumi Sumatera Barat.
Di 2006, lanjut Andi Arief, empat kali SBY turun ke lapangan. Pada 5 januari 2006, SBY mengunjungi korban bencana banjir Jember. Pada 17 Maret 2006, SBY mengunjungi korban bencana di kabupaten Buru. Pada 16 mei 2006, SBY mengunjungi merapi dan meninjau kesiapan menghadapi letusan ke Pakem dan Muntilan. Sementara Pada 21 Juli 2006, SBY mengunjungi korban gempa dan tsunami Pangandaran dan Cilacap
Pada 17 september 2007, Andi melanjutkan catatan, SBY mengunjungi korban gempa Muko-Muko Bengkulu dan pesisir selatan. Pada 21 Januari 2009, SBY mengunjungi korban gempa Sorong Irian Barat. Pada 2-5 Oktober 2009, SBY mengunjungi korban gempa di Sumatera Barat 12. Pada 6 september 2010 mengunjungi pengungsian letusan sinabung
Pada 11 Oktober 2010, masih dalam catatan Andi Arief, SBY mengunjungi korban banjir bandang Wasior dan Manokwari. Pada 2-3 November, SBY mengunjungi pengungsian Merapi. Sementara pada 5-8 November 2010, SBY memastikan pengamanan dan bantuan terhadap hampir 500 ribu pengungsi dalam radius 20 km Merapi, dan pada 27 Oktober 2010 mengunjungi korban tsunami Mentawai.
Pada 15 Maret 2007, masih kata dia, SBY mengunjungi morban bencana manggarai NTT, dan pada 18 April mengunjungi pengungsi gunung Talang . Sementara pada 25 oktober 2007, SBY mengunjungi dan bermalam dengan pengungsi gunung Kelud. Di Yogya, SBY berkantor di kota gudeg itu selama tiga hari saat gempa Yogya 27 Mei 2006.
"Tidak ada diskriminasi dalam penanganan bencana," tegas Andi Arief dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 22/1).
Andi Arief pun mencatat, ada dua hal yang dilakukan SBY dalam setiap bencana tersebut. Pertama, mengambil keputusan cepat tentang status bencana dan siapa yang bertanggung mengatasi masa tanggap darurat sesuai UU dan aturan. Kedua, mengunjungi wilayah yang dilanda bencana.
[ysa]