Berita

waryono karno/net

Sekjen ESDM Harus Jadi Pintu Masuk KPK untuk Usut Level Lebih Atas

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 20:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus terus mengusut dugaan korupsi di jajaran Kementrian ESDM, dan tidak saja berhenti di level Sekjen.

Sebab tak tertutup kemungkinan korupsi ini dilakukan secara berjamaah dan massif, maka penetapan status tersangka terhadap mantan sekjen ESDM Waryono Karno bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk terus membuka borok di level yang lebih atas.

"Kalau KPK hanya berhenti kepada Sekjen Kementrian ESDM Waryono Karno dan Rudi Rubiandhini berarti KPK melakukan lokalisasi kasus, dan tidak ada niat untuk membongkar kasus migas ini sampai tuntas," kata Direktur Invenstigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu (Selasa, 21/1).


Meski mengaku sedikit ragu, Uchok tetap meminta KPK berani mengungkap kasus korupsi di sektor migas ini hingga tuntas.

"Jadi, dengan sendiri, kasus ini atau harapan kasus ini tidak akan tuntas menyerempet pada orang-orang dekat Cikeas. Karena, KPK akan gemetar kalau fokus ke arah sana," sesal Uchok.

Dalam kasus ini, mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini seakan tidak rela masuk penjara sendirian, hingga terus menyeret korban lain. Apalagi beberapa pihak disebut menikmati dana haram dari bos Kernell Oil Simon Gunawan Tandjaya. Sebut saja misalnya anggota DPR dari Fraksi Demokrat Sutan Bhatoegana dan Tri Yulianto serta anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya