. Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, merupakan sosok yang berpengaruh di Indonesia. Karena alasan itulah, Senior Vice President Japan International Cooperation Agency (JICA), Hideaki Domichi, datang ke Indonesia lagi setelah mengalami masa transisi, dan menemui Wiranto.
"Setelah 15 tahun baru datang lagi, banyak hal yang dibicarakan dan yangg paling teringat adalah Pak Wiranto sangat pintar menyanyi," kata Hideaki di kantor DPP Hanura, Jakarta (Selasa, 21/1).
Dalam pertemuan itu, ungkap Wiranto, dibicarakan berbagai hal penting menyangkut hubungan kedua negara saat ini dan yang akan datang dalam konteks globalisasi dan kerja sama ekonomi, termasuk peluang negara Jepang membantu Indonesia dalam pembangunan infrastruktur ekonomi. JICA pun siapa untuk tumbuh bersama-sama dengan Indonesia dan memberikan bantuan.
"Ia menyebutkan bahwa salah satu syarat agar pembangunan Indonesia dapat berkembang pesat adalah tersedianya infrastruktur, baik jalan, listrik, pelabuhan udara, dan lain-lain," ungkap Wiranto.
Pemerintah Jepang, melalui JICA, telah meminjamkan dana sebesar 1,9 miliar dolar AS untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Indonesia. Dana tersebut dianggarkan untuk membiayai pembangunan konstruksi MRT tahap I dan II proyek MRT yang diperkirakan pemerintah Indonesia akan menelan dana sekitar Rp 15,7 triliun itu dibangun dengan kucuran anggaran dari pemerintah pusat 49 persen dan 51 persen oleh pemerintah daerah DKI Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Hideaki Domichi didampingi oleh special assistant office of the president JICA Hitoshi Tojima, Director First Southeast Asia Dividion Takao Shimokawa, Chief Representatif JICA Atshushi Sasaki dan Senior Representatif JICA Yuki Aratsu. Sementara Wiranto didampingi oleh Bendahara Umum Partai Hanura yang juga Caleg DPR RI Dapil DIY Bambang Sudrajat, Caleg Dapil III DKI Jakarta Karna Brata Lesmana dan Wakil Bendahara Umum Partai Hanura Beny Prananto.
[ysa]