Berita

ilustrasi/net

PKS Bisa Bangkrut Bila Terus Mempromosikan Pemimpin Poligami

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 17:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Secara umum, masyarakat Indonesia tidak menghendaki dipimpin oleh sosok yang poligami. Karena itu, dan apalagi secara politik, langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terlihat sangat permisif terhadap poligami dibandingkan partai-partai lainnya tidak akan menguntungkan bagi partai itu dalam Pemilu 2014.

"Secara umum masyarakat Indonesia lebih bersikap negatif ketimbang positif terhadap isu poligami. Jadi, hati-hati dengan isu poligami. Kalau PKS permisif dan petingginya malah mempromosikan poligami akan berdampak buruk," kata pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk,  saat dihubungi wartawan di Jakarta (Selasa, 21/1).

Hamdi mencontohkan, pengusaha restoran Wong Solo bangkrut karena begitu memamerkan diri bahwa dirinya adalah seorang poligami. Hal serupa, akan dialami PKS bila tetap permisif terhadap isu poligami, termasuk memilih pemimpin yang jelas-jelas sudah diketahui masyarakat berpoligami untuk diusung dalam Pemilu 2014.


"Sekarang PKS mencoba-coba mempromosikan poligami, dan bahkan tokoh-tokoh partai itu mengumbar poligaminya. Jelas tidak akan menguntungkan atau sangat merugikan bagi posisi politik PKS dalam Pemilu 2014 karena poligami adalah isu yang sangat tidak populer di masyarakat," kata Hamdi.

Menurut Hamdi, PKS saat ini dalam posisi tidak diuntungkan karena stigma korupsi dan poligami yang begitu melekat di publik. Stigma sebagai partai korup dan petinggi partainya yang poligami, lanjut Hamdi, telah mengubur mimpi PKS dalam menambah suara dalam Pemilu 2014.

"Isu poligami di kalangan internal PKS mungkin bisa diterima. Tapi di luar itu, sebagian besar masyarakat pemilih di Indonesia tidak menginginkan pemimpin yang poligami. Masyarakat saat ini berpandangan, jangan pilih PKS karena pemimpinnya tukang kawin," kata Hamdi.

Oleh karena itu, lanjutnya, PKS harus berhati-hati dalam isu poligami karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak ingin dipimpin oleh orang yang berpoligami. PKS harus mempertimbangkan dalam memilih kandidat-kandidat yang bakal diusung dalam Pemilu 2014.

"Kecuali dia memiliki prestasi seperti Soekarno masyarakat akan tidak mempersoalkannya (poligami). Tapi kalau sudah prestasi minim, petingginya terjerat korupsi ditambah lagi hanya jago kawin maka akan ditinggal oleh masyarakat," kata Hamdi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya