Berita

Rizal Ramli: Pemberantasan Korupsi harus Dimulai dari Istana

MINGGU, 19 JANUARI 2014 | 12:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Banyaknya pejabat di Indonesia saat ini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi sungguh memprihatinkan. Pejabat sekarang sangat bertolak belakang dengan keadaan para pendiri negeri ini.

"Pemimpin Indonesia dulu orang terdidik. Mereka masuk penjara baru jadi pemimpin. Sekarang terblik. Jadi pejabat baru masuk penjara. Dan mereka (pejabat korup) sebenarnya bukan pemimpin," tegas peserta Konvensi Capres Rakyat, DR. Rizal Ramli, dalam Debat Publik Capres RI Konvensi Rakyat di gedung Medan International Convention Center (MICC), Medan, (Minggu, 19/1).

Meski begitu, mantan Menko Perekonomian ini menyambut baik langkah-langkah tegas KPK dalam menangkapi koruptor. "Bangsa kita ini sedang diayak, para koruptor mulai diadili. Insya Allah ayakan itu sempurna agar yang tersisa, betul-betul yang terseleksi. Merekalah yang akan jadi pemimpin," imbuhnya.


Rizal Ramli menegaskan, penegakan hukum itu penting dalam negara demokrasi. Karena demokrasi tanpa hukum tidak akan membuahkan kesejahteraan bagi rakyat.

"Itulah yang terjadi setelah reformasi. Rakyat tidak sejahtera. Singapura bukan negara demokrasi tapi hukumnya jalan. Indonesia ada demokrasi tanpa hukum. Itulah yang akan kita ubah," jelasnya.

Mantan Menteri Keuangan ini mengaku bukan sebagai ahli hukum. Dalam bidang tersebut, dia menyadari hanya sebagai penari latar.

"Pemimpin itu nggak perlu ngerti semua masalah. Tapi yang penting visinya apa. Kami ingin hukuman yang sama buat elit dan rakyat. Saya dalam bidang ekonomi banyak pengalaman. Jadi jangan membiasakan diri sok pintar, ngerti semua.  Dalam bidang hukum, saya akan dengar yang ahli.  Tapi (sebagai) presiden ,(saya akan) yang mengambil keputusan," tegasnya.

Namun, dia mengingatkan, di atas hukum formal, ada etika. Seorang presiden tidak semestinya menunggu keputusan pengadilan baru mengambil tindakan terhadap para anak buah yang diduga tersangkut korupsi. "Tidak boleh lagi harus menunggu keputusan tetap baru dipecat. Begitu ada indikasi, harus diambil tindakan," imbuhnya.

Selain itu, upaya pemberantasan korupsi harus dimulai dari pusat-pusat kekuasaan. Karena, dia mengibaratkan, ikan itu busuk karena dimulai dari kepala, bukan dari ekor. "Korupsi harus dibersihkan dimulai dari Istana dan pusat-pusat kekuasaan," tekan Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan ini.

Terakhir, Rizal menyoroti masalah masalah birokrasi. Dia siap untuk mengurangi anggaran yang tidak perlu kalau menjadi Presiden. "Sewaktu menjadi menteri, saya hanya ditemani satu asisten, tidak bawa rombongan banyak. Jadi ada pengurangan biaya perjalanan. (Pejabat) di bawah akan ikut. Jadi berikan contoh apa adanya, nggak neko-neko dan sebagainya," tandasnya.[zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya