Berita

ilustrasi

Prof. Sofjan S. Siregar: Hanya Koruptor yang Menolak Hukuman Mati

MINGGU, 19 JANUARI 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk memberantas korupsi. Pertama upaya pencegahan atau preventif, yang dilakukan sejak mulai dini melalui pendikan di dalam sebuah keluarga.

Hal itu disampaikan peserta Konvensi Capres Rakyat, Prof. Sofjan Saury Siregar, dalam Debat Publik Capres RI Konvensi Rakyat di gedung Medan Internation Convention Center (MICC), Medan, (Minggu, 19/1).

Kedua, menurutnya merombak, bahkan membubarkan lembaga negara yang selama ini tumpang tindih dan tidak koheren antara satu dengan lainnya. Misalnya dia mencontohkan, keberadaan Inspektorat Jenderal dan Badan Pengawas Daerah atau Bawasda. "Bawasda itu hanya membikin beban negara. Karena tidak mungkin mengawasi bupati," tegasnya.


Langkah ketiga kuratif. Yaitu tindakan setelah terjadi korupsi. Dalam hal ini diperlukan mahkamah anti korupsi. Menurutnya, putusan pengadilan tindak pidana korupsi harus bersifat final. Karena itu, tidak perlu ada lagi upaya banding atau kasasi sebagai upaya untuk menurunkan vonis.

Bahkan, Rektor Islamic University of Europe Rotterdam, Belanda ini sepakat diberlakukan hukuman mati bagi koruptor. Dia yakin, rakyat mendukung vonis berat tersebut. "Hanya koruptor yang tidak setuju dengan hukuman mati," tegasnya seraya menambahkan, bahwa sudah banyak negara yang menyelenggarakan hukuman mati.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan, syarat untuk menjadi pemimpin itu harus berintegritas, jujur, bisa jadi panutan, mengatakan apa yang diperbuat dan memperbuat apa yang dikatakan. "Kalau saya jadi presiden, saya akan memperbuat apa yang saya katakan dan mengatakan apa yang saya perbuat," tegasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya