Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur: Generasi Penerus Bangsa Tidak Boleh Saling Membenci!

SABTU, 18 JANUARI 2014 | 15:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Melalui perjuangan tokoh-tokoh bangsa di masa lalu, Indonesia memiliki sejarah besar dan terhormat. Karena itu, setiap komponen bangsa tidak boleh melupakan jasa besar para pendiri bangsa tersebut.

Bahkan, untuk memelihara amanat tokoh-tokoh besar bangsa, generasi penerus tidak boleh saling memendam kebencian dengan sesama anak bangsa, termasuk melanggengkan dendam pada tokoh-tokohnya yang hidup dalam era sebelum dan setelah reformasi.

"Kita hanya boleh dendam pada kelemahan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan yang terjadi dalam tubuh bangsa. Karena dengan sikap itu, berarti kita telah meneguhkan semangat dan perjuangan bersama untuk membangun perbaikan maupun bagi kemajuan Indonesia," kata tokoh muda asal Jawa Barat, Moh Jumhur Hidayat, saat berbicara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Tritura di Bandung, Jawa Barat (Sabtu, 18/1).


Para pejuang bangsa di masa kemerdekaan atau setelah kemerdekaan, lanjut Jumhur, hanya mengajarkan agar bangsa Indonesia mengedepankan harkat kemandirian, kemajuan, serta peran aktif dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan rakyat. Dan dengan meninggalkan sikap dendam yang diikuti semangat menciptakan kehormatan bangsa, hal itu dapat memastikan adanya wujud kedaulatan nasional di mata bangsa-bangsa lain, selain akan memastikan masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Mari tegakkan kedaulatan bangsa, kemandirian rakyat, dan kemartabatan nasional demi mencapai cita-cita para pendiri republik ini," tegas Jumhur.

Dalam kesempatan itu, Angkatan 66 Jawa Barat juga menyampaikan pernyataan mendukung Jumhur Hidayat, sebagai simbol muda nasional untuk menjadi pemimpin bangsa dan diharapkan ikut berkompetisi pada Pemilu 2014 mendatang.

Acara yang bertema "Dengan Semangat Tritura Kita Gagas Indonesia yang Berdaulat" ini diselenggarakan oleh Angkatan 66 Jabar. Hadir sejumlah tokoh senior Jawa Barat yaitu Tjetje Padmadinata, Engkos Hidayat selaku Ketua Angkatan 66 Jabar, HD Sutisno, Ketua Dewan Pensihat Paguyuban Pasundan H Syafei, dan DR Sudirman, pinisepuh Angkatan 66 Jabar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya