Berita

gede pasek/net

Aneh, Gede Pasek yang Bisa Terjemahkan Kesantunan Politik SBY Malah Dipecat

SABTU, 18 JANUARI 2014 | 13:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemecatan DPP Partai Demokrat terhadap mantan Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika dari keanggotaannya sebagai anggota DPR tak pelak mengundang tanya. Pasek dianggap melanggar etika dan pakta integritas Demokrat karena dianggap membela Anas Urbaningrum. Gede Pasek yang dikenal sebagai loyalis Anas, saat ini menjabat Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) besutan tersangka kasus Hambalang, Anas Urbaningrum yang kini meringkuk di tahanan KPK.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi mengakui, Pasek selama ini telah memberi warna bagi Demokrat di parlemen. Gaya argumentasinya yang terbangun rapi, juga piawai dalam menggalang komunikasi politik lintas partai selama di parlemen.

Selama menjadi anggota bahkan ketika duduk sebagai Ketua Komisi III DPR, Pasek dalam pandangan Ari bisa menterjemahkan kesantunan politik SBY. Mungkin ini karena latar belakang Pasek yang wartawan sehingga tahu mengemas isu menjadi menarik.


"Saya heran juga kalau Pasek sampai dipecat dari anggota DPR. Kalau saya yang jadi Ketua Umum Demokrat, tentu saja Ruhut yang akan saya pecat karena gaya komunikasi politiknya yang sering blunder dan tidak berisi. Justru orang seperti Pasek harusnya dirangkul, bukan ditendang. Entah pertimbangan karena loyalis berat Anas sehingga yang berbau Anas harus diberangus di Demokrat," kata Ari Junaedi beberapa saat lalu (Sabtu, 18/1).

Menurut pengajar di Program S1 dan S2 UI ini, tipikal Pasek dalam komunikasi politik juga memberikan pelajaran kalau dalam politik konsistensi adalah hal yang harus dipegang teguh. Pasek memperlihatkan kesetiakawanan terhadap Anas meski harus dikucilkan dan dipecat.

"Pasek, Bukan asal waton suluyo seperti Ruhut. Di Pemuda Pancasila, Ruhut, siap mati demi Yapto. Pindah Golkar, siap pasang badan untuk Akbar Tandjung. Loncat ke Demokrat, menjilat habis SBY. Nanti kalau ngelamar ke PDIP jika menjadi parpol pemenang Pemilu 2014 saya haqul yakin akan memuji setinggi langit terhadap Jokowi hehehehe," ucap Ari Junaedi.

Masih menurut Ari, pemecatan Pasek yang hanya menyisahkan masa jabatan yang praktis hanya dua bulan kepada penggantinya akan merugikan performance fraksi Demokrat di parlemen. Kesan Demokrat sebagai parpol yang otoriter dan tersentral terhadap figur SBY juga makin kental akibat pemecatan Pasek. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya