Berita

hikmahanto/net

Telah Diperdaya, Panglima TNI Harus Protes Keras pada Australia

JUMAT, 17 JANUARI 2014 | 15:24 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah Indonesia harus segera bersikap dengan permohonan maaf Menteri Imigrasi Scott Morrison atas insiden penghalauan kapal pencari suaka yang memasuki wilayah kedaulatan Indonesia.

"Indonesia harus tegas dalam mengambil tindakan agar insiden tidak terulang lagi dan hubungan dengan Australia yang telah buruk akibat masalah penyadapan tidak lebih memburuk lagi," kata Gurubesar hukum internasional, Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 17/1).

Menurut Hikmahanto, Panglima Angkatan Perang Australia telah berhasil memperdayai Panglima TNI yang melalui komunikasinya mungkin memberitahu atas insiden pelanggaran wilayah laut Indonesia oleh para anak buahnya. Namun bisa jadi dalam komunikasi itu tidak disampaikan rincian insiden.


"Sayang ketika itu kemungkinan Panglima TNI tidak melakukan pendalaman dan secara mudah dapat menghargai apa yang disampaikan oleh Panglima Australia," ungkap Hikmahanto.

Hikmahanto pun mengingatkan agar Panglima TNI, Moeldoko, yang baru saja meraih Doktor Administrasi Negara khususnya Administrasi Perbatasan antar Negara dari UI, harus lebih bijak dan tidak mudah diperdaya ketika berhubungan dengan mitranya dari Australia. Dan apalagi, mempertahankan kedaulatan Indonesia harus menjadi prioritas bagi setiap pengambil kebijakan di Indonesia.

"Dalam konteks ini dan mengingat telah ada pengakuan dari Australia secara terbuka maka Panglima TNI harus melakukan protes keras terhadap mitranya di Australia dan ketidak-senangannya, juga dalam forum terbuka. Jangan sampai pelecehan terhadap kedaulatan Indonesia dibiarkan begitu saja berlalu, apalagi oleh institusi yang diberi tanggung jawab mempertahankan kedaulatan negara," tegas Hikmahanto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya