Berita

Hukum

Nazaruddin Minta Pembelaan Yusril Bongkar Korupsi Rp 6,4 Triliun

KAMIS, 16 JANUARI 2014 | 19:37 WIB | LAPORAN:

Terpidana suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin meminta bantuan Prof. Yusril Ihza Mahendra. Nazar mengaku sering diintimidasi karena tindakannya membongkar sejumlah kasus korupsi.

"Saya pikir beliau (Yusril) orang yang punya jiwa kebangsaan dan paham hukum mau membantu saya mengungkap korupsi yang nilainya Rp 6,4 triliun," kata Nazaruddin ketika dijumpai di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/1).

Nazar menyampaikan permohonannya kepada Yusril melalui sepucuk surat. Dalam surat itu mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu meminta Yusril untuk bersedia menjadi pendamping hukumnya.


Jika Yusril bersedia, kata Nazar, dirinya berjanji akan mengungkapkan korupsi yang menggerogoti uang negara sebesar Rp 6,4 triliun. Kasus itu diantaranya proyek Hambalang, proyek E KTP dan proyek pengadaan pesawat Merpati.

"Beliau menjawab, kalau niatannya untuk kasus korupsi yang saya hadapi beliau tidak mau, tapi kalau mau jujur mengungkap kasus-kasus besar, memberantas korupsi dan memperbaiki sistem, beliau akan pertimbangkan. Saya lagi menunggu jawaban beliau," demikian Nazaruddin yang datang untuk bersaksi dalam sidang terdakwa Deddy Kusdinar.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya