Berita

ilustrasi

Dunia

PBB Himpun Dana USD 2,4 M Bagi Warga Suriah

KAMIS, 16 JANUARI 2014 | 11:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejak konflik berkecamuk di tanah Suriah pada tahun 2011 hingga menjelang akhir tahun 2013 lalu, jutaan warga telah mengungsi dari tempat tinggal mereka untuk menyelamatkan diri. Mereka kehilangan tempat tinggal, harta benda serta pemasukan ekonomi.

Karena itulah, PBB menggelar pertemuan dengan negara-negara pendonor untuk menghimpun dana bagi para korban perang Suriah pada Rabu (15/1) kemarin di Kuwait. Pertemuan tersebut menyepakati rencana pemberian bantuan kemanusiaan sebesar USD 2,4 miliar bagi korban perang Suriah.

Pertemuan itu dihadiri oleh hampir 70 delegasi negara dan 24 organisasi internasional.  "Setengah dari total populasi di Suriah, hampir 9.3 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan segera. Saya secara khusus memperhatikan laporan mengenai kelaparan di Suriah," jelas Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon di hadapan para partisipan.


Sebagai tuan rumah, Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmed al-Sabah, berjanji akan memberikan donasi sebesar USD 500 juta.

Sementara Amerika Serikat berkomitmen akan menyalurkan bantuan sebesar USD 380 juta. Namun, AS memperingatkan bahwa upaya internasional mengurangi kesulitan warga Suriah akan gagal bila Presiden Bashat al-Assad tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan tersebut diberikan pada warga yang membutuhkan.

Negara lain yang juga memberikan sumbangan besar bagi Suriah adalah Arab Saudi yang memberikan bantuan sebesar USD 60 juta. Sedangkan Inggris berjanji memberikan bantuan sebesar USD 164 juta.

Pertemuan untuk menghimpun bantuan bagi Suriah tersebut digelar dua minggu sebelum konferensi damai Suriah digelar di Swiss.

PBB menyebut setidaknya butuh USD 2,3 miliar untuk membantu 9,3 juta orang di Suriah dan USD 4,2 miliar bagi pengungsi Suriah yang berada di negara-negara tetangga, demikian seperti dikutip dari al Jazeera. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya