Berita

ilustrasi/net

MENGENANG MALARI

Tulang Punggung Ekonomi Indonesia Masih Bertumpu pada Asing!

RABU, 15 JANUARI 2014 | 11:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia bertumpu pada asing dan impor. Penguasaan asing di sektor-sektor strategis seperti pertambangan mencapai 70-85  persen, telekomunikasi mencapai 65 persen, dan perbankan 65-99 persen.

Belum lagi, kata Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesai (GMNI), Twedy Noviady Ginting, konsumsi domestik tertinggi adalah produk impor. Bahkan untuk sektor pangan, anggaran impor pangan lebih dari Rp 100 triliun per tahun. Jumlah anggaran ini sangat besar bila dimanfaatkan untuk membangun pertanian yang kuat, menciptakan petani kaya dan membuka lapangan kerja.

Belum lagi di bidang infrastruktur. Kata Twedy, beberapa saat lalu (Rabu, 15/1), pembangunan infrastruktur mengandalkan modal asing. Misalnya saja, pembangunan bandar udara dan pelabuhan memberikan penguasaan asing sampai 100 persen.


"Kondisi tersebut menunjukkan ketergantungan luar biasa pada asing. Seolah-olah tanpa bergantung kepada asing, kita tak mampu membangun republik ini. Kita tak lagi berdaulat dan berdikari di bidang ekonomi," tegas Twedy.

Kondisi ini, masih kata Twedy, sangat ironis mengingat usia kemerdekaan RI sudah mencapai 68 tahun. Kondisi ini juga mengindikasikan bahwa peristiwa Malari pada 15 Januari 1974 masih sangat relevan, karena Indonesia menjadi sangat tergantung pada modal asing.

Sudah saatnya, lanjut Twedy, mengubah paradigma pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan modal asing. Modal asing, yang semula tulang punggung pembangunan ekonomi harus menjadi faktor pendukung pembangunan ekonomi saja. Sehingga fundamental ekonomi Indonesia menjadi kuat dan modal yang mumpuni menuju negara maju yang berdikari. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya