ilustrasi/net
ilustrasi/net
Belum lagi, kata Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesai (GMNI), Twedy Noviady Ginting, konsumsi domestik tertinggi adalah produk impor. Bahkan untuk sektor pangan, anggaran impor pangan lebih dari Rp 100 triliun per tahun. Jumlah anggaran ini sangat besar bila dimanfaatkan untuk membangun pertanian yang kuat, menciptakan petani kaya dan membuka lapangan kerja.
Belum lagi di bidang infrastruktur. Kata Twedy, beberapa saat lalu (Rabu, 15/1), pembangunan infrastruktur mengandalkan modal asing. Misalnya saja, pembangunan bandar udara dan pelabuhan memberikan penguasaan asing sampai 100 persen.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
UPDATE
Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59
Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50
Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25
Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59
Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45
Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23
Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57
Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38
Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19
Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57