Berita

Politik

Newmont dan Freeport Terbukti Dilindungi SBY

SELASA, 14 JANUARI 2014 | 15:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), M Erwin Usman, sudah memprediksi revisi UU No 4/2009 tentang Mineral dan Batubara melalui PP No 1/2014 dan Permen ESDM No 1/2014 sengaja dilakukan untuk melindungi kepentingan Freeport, Newmont dan perusahaan pemegang Kontrak Karya tambang asing lainnya.

PP No 1/2014 dan Permen ESDM No 1/2014 yang ditetapkan tanggal 11 Januari 2014 di rumah pribadi SBY di Puri Cikeas Bogor, menurut Erwin, memberi kelonggaran pada kartel pertambangan global tetap bisa ekspor mineral, tanpa kewajiban membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri.

"Klaim pemerintah akan ada syarat teknis dan syarat lainnya bagi Freeport dan Newmont hanyalah tipu-tipu. Hanya penyesatan kepada publik," kata Erwin kepada redaksi (Selasa, 14/1).


Dia mengatakan peraturan itu mendesain hanya kartel tambang asing yang punya modal kuat yang bisa menjalankannya. Sebaliknya, kepentingan industri tambang nasional yang dijalankan BUMN, BUMD, koperasi, maupun swasta nasional sengaja dimatikan. Bagi perusahaan-perusahaan ini, untuk bisa melakukan ekspor atau tetap beroperasi diberlakukan syarat-syarat ketat.

"Dengan demikian, terkonfirmasi kembali bahwa benar pemerintahan SBY tak punya nyali, tunduk tertindas jika berhadapan dengan kartel korporasi asing perampok SDA nusantara," demikian Erwin.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya