Berita

Hukum

Larangan Anas Tak Konsumsi Makanan KPK Lebay

SENIN, 13 JANUARI 2014 | 19:58 WIB | LAPORAN:

Larangan Attiyah Laila agar suaminya Anas Urbaningrum tidak mengkonsumsi makanan yang disediakan Rutan KPK ditanggapi santai pihak KPK. Jurubicara KPK Johan Budi menyebut permintaan Attiyah karena takut Anas diberi racun dinilai lebay alias berlebihan.

"Kalau takut diracuni jangan mau ditahan, nginep aja di hotel. Ketakutan diracun sangat berlebihan saya kira," kata Johan di kantornya, Jakarta (Senin, 13/1).

"Nanti kedepan takut di kasur, kan jadi lebay itu nanti. Makanya dia minta bawa kasur sendiri dari rumah. KPK menjamin keselamatan seorang tersangka," imbuhnya.


Johan membeberkan Anas sudah makan makanan yang disediakan oleh KPK. Tapi, pihaknya tak melarang jika keluarga tetap mengirimkan makanan ke Anas.

"Saya dapat info dari kepala rutan (rumah tahanan), Anas puasa, tapi Sabtu, Minggu kemarin makan dari KPK. KPK tidak melarang orang ngirim makanan," tukasnya.

Pasca ditahan oleh KPK Jumat (10/1) lalu, salah satu fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Denny Haryatna mengatakan, keluarga Anas Urbaningrum akan menyediakan makanan setiap hari. Hal itu menyusul kekhawatiran akan keselamatan mantan ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu, selama berada di dalam tahanan KPK.‎ Menurutnya, itu merupakan perintah langsung dari istri Anas, Attiyah Laila.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya