Hujan di bagian hulu sungai Ciliwung yakni di daerah Bogor dan sekitarnya, sejak kemarin, telah menyebabkan muka air sungai Ciliwung tinggi mulai pukul 8 pagi tadi (Minggu, 12/1).
Pusdalops BPBD DKI telah melaporkan perkembangan tinggi muka air sungai di Jakarta. Tercatat pada Minggu (12/1) pukul 11.00 wib pos pengamatan debit sungai di Katulampa, Depok, Manggarai, dan Angke Hulu dalam Siaga 3.
"Sedangkan yang lain masih normal atau Siaga 4. Kondisi masih aman," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), Sutopo Purwo Nugroho melalui rilis elektroniknya kepada wartawan di Jakarta, sesaat lalu.
Berdasarkan prediksi BMKG potensi banjir di Jakarta untuk hari ini dan Senin (12/1) adalah rendah-sedang. Terkait kenaikan tinggi muka air Sungai Ciliwung, Sutopo pun mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada.
Pantauan yang ada, saat ini genangan terjadi di Kelurahan Ulujami: RT 17, 19/RW 03, RT 09/RW 07, RT 8 sampai dengan RT 10/RW 05 kemudian di Kelurahan Kampung Melayu RW 03,05,06.
"Pendataan masih dilakukan BPBD DKI Jakarta," jelas Sutopo.
Sutopo menambahkan, BPBD DKI telah memerintahkan para walikota, kepala SKPD, kepala UKPD, camat dan lurah mengenai status siaga tiga tersebut.
"Maka dimohon untuk mengaktifkan posko siaga bencana masing-masing dan memonitor perkembangan kejadian dan mengecek kesiapansiagaannya masing," imbuhnya.
Berikut tinggi muka air sungai-sungai di Jakarta pada pukul 11.00 WIB:
Katulampa 80 cm/H (siaga 3);
Pesanggrahan 110 cm/H (siaga 4);
Angke Hulu 210 cm/M (siaga 3);
Cipinang Hulu 95 cm/M (siaga 4);
Pulogadung 410 cm/M (siaga 4);
Depok 200 cm/H (siaga 3);
Manggarai 740 cm/H (siaga 3);
Karet 450 cm/M (siaga 4);
Waduk Pluit -175 cm/H;
Krukut Hulu 100 cm/M (siaga 4)
Keterangan: H hujan, M mendung
[wid]