Berita

anas urbaningrum/net

Diduga KPK Sengaja Menahan Dulu Andi Mallarangeng Sebelum Anas Urbanigrum

SABTU, 11 JANUARI 2014 | 12:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di balik penangkapan Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada gagasan agar Anas bisa membuka kasus korupsi yang melibatkan kader Demokrat lainnya, seperti yang dilakukan oleh M. Nazaruddin. Namun, masyarakat diminta agar tidak berharap demikian.

"Nggak usah berharap Anas akan jadi ember seperti Nazaruddin," ujar fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Deny Hari Yatna, dalam diskusi 'Kado Anas Bikin Panas' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan sikap KPK yang terkesan menunda-nunda waktu penangkapan Anas sejak ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus Hambalang. Menurutnya, jika Abraham Samad cs sudah memiliki dua alat bukti yang cukup, seharusnya segera menangkapnya.


"Sistem peradilan harus dilakukan dengan cepat dan sederhana. Mengapa harus berbulan-bulan, mengapa harus menunggu audit BPK?" imbuhnya.

Dengan penundaan penangkapan yang berlangsung selama sekitar 11 bulan itu, Deny menduga KPK sendiri tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk menangkap Anas dan membutuhkan waktu uang lama untuk mendapatkannya.

Ia juga menduga penangkapan itu juga memiliki hubungan dengan penahanan Andy Mallarangeng dan mengandung motif politik dari lawan politik Anas, terutama SBY. Karena, Anas merupakan figur yang tidak diinginkan SBY untuk menjadi Ketua Umum Demokrat.

"Kasus Anas ini memang spesial. Mengapa tidak langsung ke Anas, tapi ke Andy dulu. Kalau langsung Anas, rakyat bisa kaget. Jadi Andy dulu ditangkap, dia dikorbankan," demikian Deny. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya