Berita

MAHFUD MD/NET

Hukum

Mahfud MD akan Bersaksi untuk Kasus Akil Mochtar di KPK

JUMAT, 10 JANUARI 2014 | 13:40 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mohammad Mahfud, hari ini (Jumat, 10/1) untuk diperiksa dalam kasus suap penanganan sengketa Pilkada di MK. Mahfud akan bersaksi untuk tersangka kasus tersebut, Akil Mochtar.

Diketahui, Mahfud adalah ketua MK sebelum Akil menjabat. Setiba di markas Abraham Samad Cs, Mahfud kepada wartawan mengatakan bahwa selama lima tahun di MK, ia mengenal Akil bekerja cukup baik. Namun selesai menjadi ketua MK, dirinya tak pernah bertemu secara intens lagi dengan Akil.

"Saya tidak tahu setelah saya selesai di MK, perkataan pak Akil itu masih dipegang atau tidak," ujar Mahfud, Jumat (4/10) lalu.


Selain Mahfud MD, tim penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan ketua KPU Provinsi Banten, Hambali dan pegawai FIT Money Changer Jennio Febriany.

Diketahui, KPK menetapkan Akil sebagai tersangka terkait dugaan suap penanganan sengketa pilkada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten. Akil dijerat dengan Pasal 12 huruf c, Pasal 6 ayat (2), Pasal 12B UU 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Belakangan dalam pengembangannya, KPK menambah pasal sangkaan dalam kasus Akil, yakni pasal dugaan penerimaan gratifikasi, Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Akil diduga menerima pemberian hadiah terkait kepengurusan perkara lain di MK.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya