Berita

anas urbaningrum/net

Hukum

Johan: Mangkir Lagi, KPK Akan Seret Anas

JUMAT, 10 JANUARI 2014 | 09:43 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan melakukan pemanggilan paksa terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum apabila mangkir dari panggilan pemeriksaan yang ketiga hari ini (Jumat, 10/1).

"Apabila tidak ada kejelasan apakah yang bersangkutan hadir atau tidak, maka seperti yang dilakukan KPK terhadap tersangka lain, kalau dia mangkir maka tentu bisa dilakukan upaya paksa," ujar Jurubicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/1).

Upaya pemanggilan paksa ini akan dilakukan karena KPK telah memberikan surat panggilan kepada Anas sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan yang ada. Kendati demikian, Johan mengaku bahwa KPK masih menunggu konfirmasi dari pihak Anas.


"Sampai detik ini belum ada konfirmasi, kita masih tunggu," terangnya.

Johan juga mengaku, penjemputan paksa Anas dilakukan untuk pemeriksaan, bukan untuk ditahan.

"Kalau jemput paksa intinya jemput dia untuk dibawa ke KPK untuk diperiksa. Soal penahanan merupakan kewenangan penyidik," tegas Johan. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya