Berita

Politik

Siapa Tahu Somasi untuk Rizal Ramli karena SBY sedang Galau

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 21:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior DR. Rizal Ramli disomasi pengacara keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Surat somasi sudah dilayangkan dan diterima pihak Rizal Ramli.

"Sekretaris saya sudah memberi tahu ada surat somasi dari pengacara Presiden," ujar Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 9/1).

Rizal Ramli mengaku belum membaca isi surat somasi tersebut sehingga enggan berspekulasi lebih jauh atas dasar apa ia disomasi, apalagi menjelaskan sikapnya ke depan.


"Saya akan baca dan pahami dulu substansinya. Siapa tahu somasi itu muncul hanya disebabkan SBY lagi galau saja," ujarnya.

RR1, begitu peserta Konvensi Capres Rakyat nomor urut 1 ini disapa, mengatakan bahwa di negara demokrasi biasa saja presiden dikritik sebagai konsekuensi jabatan yang diembannya. Namun terlepas dari substansi somasi yang diajukan, dia menduga somasi tersebut sebagai sikap awal otoriter pemerintahan SBY.

"Somasi ini memperlihatkan warna aslinya," tekannya.

RR1 yang juga merupakan anggota panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa, meminta agar para jurnalis lebih bersikap hati-hati dalam menulis berita terhadap penguasa. Sebab, bukan tidak mungkin pengacara keluarga SBY juga membidik para jurnalis.

"Hari ini saya yang disomasi. Saya ingatkan, jurnalis juga bisa disomasi. Karena itu harus hati-hati," pintanya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya