Berita

JOHAN BUDI SP/NET

Hukum

KPK Langsung Cari Bukti Pendukung Keterlibatan Presdir KPI

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 19:02 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mencari bukti-bukti pendukung mengenai fakta adanya pemberi suap lain kepada eks kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini sebagaimana terungkap dalam dakwaannya yang dibacakan Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/1) kemarin.

"Dikembangkan, apakah ada bukti-bukti pendukung terkait dengan pengakuan-pengakuan itu," kata Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo saat dikonfirmasi, Kamis (9/1).

Bukti-bukti pendukung itu, lanjut Johan, biasanya diperoleh melalui keterangan saksi atau tersangka yang diperiksa oleh penyidik KPK.


"Bisa juga dari bukti-bukti yang dipunyai penyidik," kata Johan.

Seperti diketahui, selain bos Kernel Singapura, Widodo Ratanachaitong, Jaksa KPK juga meneyebutkan bahwa Rudi menerima 522.500 dolar AS dari Presiden Direktur PT Parna Raya Group/PT Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Meris Simbolon.  Selain itu, keduanya juga disebut menerima uang dari pejabat SKK Migas. Di antaranya, 600 ribu dolar AS dari Johanes Widjonarko selaku Wakil Kepala SKK Migas, 350 ribu dolar AS dari Gerhard Rumesser selaku Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas, serta uang sejumlah 50 ribu dolar AS dari Iwan Ratman selaku Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas.

Saat disinggung kemungkinan KPK memeriksa kembali nama-nama yang disebutkan di atas, Johan mengaku belum mengetahuinya. Tapi, jika dalam pengembangan penyidikan keterangan mereka diperlukan, maka pihaknya siap melakukan pemanggilan.

"Tapi aku belum dapat informasinya. Nanti aku tanya penyidik," demikian Johan Budi.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya