Berita

ilustrasi/net

HUT PDI Perjuangan Tahun Ini Diwarnai Saling Tanduk Antar Kader

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 08:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan, Jumat besok (10/1) akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-41. PDI Perjuangan, yang lahir dengan nama Partai Demokrasi Indonesia (PDI), merupakan hasil fusi lima partai pada 10 Januari 1973.

Aroma ulang tahun yang-41 satu ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab di tahun ini, ada adu tanduk di kandang banteng. Meskipun memang, saling gesekan di dalam ini cukup soft, karena semua faksi masih tunduk di bawah karisma dan otoritas Megawati Soekarnoputri.

Faktor penyebab saling tanduk ini adalah soal pencapresan. Satu faksi, sejak awal, menghendaki agar PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebagai capres. Momentum ideal untuk mengumumkan capres ini adalah tepat di HUT yang ke-41 ini.


Harapan faksi ini pupus setelah Megawati menegaskan bahwa momentum pengumuman capres adalah setelah pemilihan legislatif, 9 April mendatang. Keputusan Megawati ini pun dinilai sementara pihak sebagai keputusan yang tepat. Sebab bila Jokowi diumumkan jauh-jauh hari, bisa jadi Jokowi menjadi common enemy semua capres dari partai lain.

Hingga saat ini, belum ada kepastian, apakah Megawati akan mengusung Jokowi atau akan kembali maju.

Faksi yang sejak awal menghendaki Jokowi maju, terus berusaha keras agar pengumuman capres dilakukan sebelum 9 April. Sebab mereka yakin, dengan upaya ini, PDI Perjuangan akan merebut sekitar 36 persen kursi di Senayan. Dengan demikian, PDI Perjuangan bisa berkuasa dan menjalankan ideologi yang selama ini diperjuangkan untuk mengurus negara.

Faksi lain yang tidak mau Jokowi maju pun terus bergerak. Mereka terus mendorong agar Megawati saja yang tetap maju. Selain karena untuk menjaga soliditas partai, mereka juga menilai Jokowi bukan kader inti.

Ada juga yang menilai, kelompok yang mendukung Mega ini terus bergerak karena kalaupun Jokowi menang, tidak akan mendapat apa-apa. Mereka memilih tetap menikmati peran sebagai oposisi, karena itu lebih leluasa untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Karena itu, pertarungan ini dinilai bukan semata pertarungan Pro-Jokowi atau Pro-Mega. Pertarungan ini bisa disebut sebagai pertarungan antara kelompok ideologis dengan kelompok pragmatis.

Diperkirakan, faksi-faksi di PDI Perjuangan ini akan terus bermanuver. Dan manuver mereka akan berhenti bila Megawati memberi keputusan. Sebab, sebagaimana amanat Kongres PDI Perjuangan yang berisi mandat dari semua pengurus PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, Megawati lah yang punya kewenangan penuh untuk menentukan capres. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya