Berita

boni hargen/net

Capres 2014 Harus Mau Berkorban Seperti Bung Karno

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 06:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno, merupakan sosok pemimpin yang tidak pernah memikirkan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya. Hidup Soekarno sebuanya diabdikan untuk bangsa dan negara.

Kini, kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, politik Indonesia sudah jauh dari apa yang telah dicontohkan Bung Karno. Politik bangsa Indonesia sudah terlalu dangkal, dan sikap mau berkorban sudah sangat kering sekali. Krisis ideologi dan orientasi pun menjadi masalah yang ada dalam setiap kelompok politik. Karena itu, menurutnya, para capres harus segera mulai introspeksi diri dan meniru sikap mulia Soekarno sebagai Bapak Bangsa.

"Harus diakui, Soekarno adalah pemimpin sejati, yang banyak bertindak, dan setiap orasinya merupakan refleksi atas apa yang dilakukannya. Ia tidak berhenti pada berkata-kata tetapi bertindak. Ia tidak hanya pandai berpidato, tetapi giat dalam berbuat untuk bangsa dan negaranya. Ini teladan besar yang harus ditiru oleh semua calon presiden 2014," kata Boni beberapa saat lalu (Kamis, 9/1).


Menurut Boni, saat ini, kepemimpinan politik masih menjadi tema besar karena menjadi akar kebuntuan demokratisasi. Krisis kepemimpinan selalu menjadi wacana yang serius menjelang pemilu, termasuk menjelang kontestasi 2014. Salah satu alasan mendasar karena bangsa ini selalu lupa pada sejarah.

Bangsa ini, lanjut Boni, sering lupa pada Soekarno yang dicatat oleh sejarah sebagai tidak sekedar pendiri republik ini tetapi juga seorang pemimpin besar di kawasan Asia-Pasifik pada masanya. Dan karena itu, bangsa ini perlu menghargai sejarah karena menghargai sejarah adalah menyelamatkan masa depan bangsa.

"Sayang sekali, sampai hari ini , Bung Karno tidak ditetapkan sebagai bapak bangsa. Padahal kebesarannya sudah dikenal di dunia internasional. Untuk itu, kita perlu mendorong pemerintah untuk mengeluarkan keputusan yang menetapkan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Bentuknya bisa melalui Keputusan Presiden (Keppres)," demikian Boni. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya