Berita

sutarman/net

Hukum

Kapolri Minta Cermati Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba

RABU, 08 JANUARI 2014 | 20:52 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Sutarman meminta semua pihak cermat menanggapi dugaan rekayasa kasus kepemilikan narkoba. Dimana dugaan rekayasa kasus dibongkar oleh Mahkamah Agung yang kemudian membebaskan terdakwa.

"Kita tidak boleh menilai terlebih dulu apakah ada kekeliruan atau rekayasa. Kita lihat dulu," ujarnya di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/1)

Menurut Sutarman, apabila benar adanya rekayasa yang dilakukan oleh penyidik Polri, terdakwa justru tidak dibebaskan sejak persidangan di pengadilan tingkat pertama.


"Tapi, kita lihat kenapa proses di pengadilan negeri divonis, di pengadilan tinggi divonis tapi di MA bebas. Jangan memvonis dulu bahwa itu ada rekayasa," katanya.

Meski begitu, Sutarman tetap menghormati putusan hakim yang memberi vonis bebas terhadap terdakwa kasus narkoba karena dinilai syarat rekayasa. Diapun berjanji akan melakukan pengecekan kasus tersebut ke Divisi Propam.

"Kita melihat dan menghormati hak prerogratif hakim dalam memutus keadilan, dan tentu memiliki pertimbangan-pertimbangan lain," jelasnya.

Diketahui, dugaan rekayasa kasus yang dilakukan penyidik Polri mencuat setelah MA memvonis bebas Rudy Santoso, sales obat nyamuk atas kasus kepemilikan sabu 0,2 gram. Di pengadilan negeri dan tingkat banding, Rudy divonis empat tahun penjara, namun MA memutus bebas karena kasusnya dianggap sarat rekayasa. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya