Berita

jailani/net

KNPI Dorong Pemilu Legislatif Dan Pilpres Dilakukan Bersamaan

RABU, 08 JANUARI 2014 | 15:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dinamika politik kian mengeliat dan panas jelang Pemilu 2014 yang kian dekat. Saling serang secara politik di antara tokoh-tokoh politik pun telah menjadi tontonan rutin bagi publik. Ironisnya, Pemilu 2014 seolah hanya menjadi domain dan monopoli para politisi dan tokoh politik.

"Dan ini sungguh sebuah ironi bagi demokrasi, karena publik hanya dijadikan objek pelengkap dalam pemilu," kata Sekjen DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jailani Paranddy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 8/1).

Di tengah ironi dinamika demokrasi ala Indonesia itu, Jailani melihat pakar hukum tata negara Yusril Izha Mahendra bisa menghadirkan pembelajaran politik dan hukum yang mencerahkan lewat  permohonan uji materiil UU No.42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Substansi UU itu, perihal pendaftaran pasangan capres-cawapres dan pelaksanaan pilpres bertentangan dengan konstitusi ke Mahkamah Konstitusi (MK)


Pasalnya, lanjut Jailani, selain menghadirkan pengetahuan baru, jika gugatan dimaksud dikabulkan MK, situasi ini memberikan dampak efisiensi bagi  penggunaan anggaran KPU  dalam menyelenggarakan pemilu, bahkan diperkirakan negara bisa menghemat APBN sebesar Rp 7 triliun, sekaligus akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Pasal 22E UUD 1945, berbunyi pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Itu artinya  pileg dan pilpres semestinya digelar serentak atau hanya sekali dalam lima tahun. Dan kalau pemilu DPR dipisah dengan pemilu presiden, nanti dalam lima tahun ada dua pemilu, padahal Pemilu harus satu kali dalam lima tahun.

"Dan DPP KNPI setuju dengan pendapat Profesor Yusril itu. Oleh karena itu DPP KNPI berharap MK segera mengabulkan uji materi yang diajukan Profesor Yusril Ihza Mahendra. Dan terpenting pemilu dijalankan tanpa mangbaikan konstitusi," demikian Jailani. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya