Berita

hambit bintih/rm

Hukum

SUAP KETUA MK

Hambit Bintih Bantah Jadi Otak Suap

RABU, 08 JANUARI 2014 | 15:04 WIB | LAPORAN:

Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih, membantah jadi otak suap Rp 3 milliar kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat itu, Akil Mochtar, yang diberikan melalui anggota Komisi II DPR RI asal Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa.

"Ini bukan inisiatif. Ini ada suatu kondisi," elak Hambit usai sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (8/1).

Hambit tak menyebut rinci "kondisi" yang dimaksud. Kendati begitu, dia tak menampik saat disinggung soal adanya pihak lain yang meminta untuk mengkondisikan proses sidang gugatan di MK.


"Silakan ikuti proses sidang," kata dia sembari mengatakan tak ada kesepakatan uang dengan Akil Mochtar.

Hambit Bintih bersama-sama Komisaris PT Berkala Maju, Cornelis Nalau Antun, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dengan uang senilai Rp 3 miliar melalui anggota Komisi II asal fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa.

Maksud pemberian uang itu agar Akil mempengaruhi putusan gugatan pilkada Kabupaten Gunung Mas yang diajukan oleh pasangan Alfidel Jinu-Ude Arnold Pisi dan duet Jaya Samaya Monong-Dading. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya