Berita

jimly asshiddiqie/net

Politik

Prof Jimly Berharap Partisipasi Pemilu 2014 Naik 90 Persen

DKPP Optimis Pemilu 2014 Lebih Baik
SELASA, 07 JANUARI 2014 | 22:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Jimly Asshiddiqie optimis penyelenggaraan Pemilu 2014 akan lebih baik dibandingkan dengan Pemilu 2009. Selain itu, tingkat partisipasi pemilih pun akan jauh lebih meningkat.

Demikian disampaikan Jimly Asshiddiqie pada acara Rapim Polri "Permasalahan Aktual Terkait Penyelenggaraan Pemilu 2014 dan Langkah Solusinya" di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jalan Tirtayasa No. 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/01). Selain Jimly, narasumber lainnya adalah, Ketua KPU Husni Kamil Manik dan Ketua Bawaslu RI Muhammad.  

Jimly memaparkan, pertama dari sisi regulasi sudah jauh lebih siap sejak lama. Setidaknya sudah dibuat 2,5 tahun. Sementara regulasi Pemilu 2009 telat sehingga berakibat pada perekruitan penyelenggara Pemilu yang tergesa-gesa.


Kedua, rekruitmen KPU dan Bawaslu sekarang jauh lebih baik. Bila ada komisioner penyelenggara Pemilu yang diberhentikan oleh DKPP, mereka hampir 95 persen itu adalah hasil rekrutmen lama. Bukan komisioner baru.

"Mereka (KPU lama) adalah orang-orang yang mau mengakhiri masa tugasnya dengan mencari proyek Pemilukada," ujar Jimly dalam rilisnya.

Ketiga, lanjut mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini, peserta pemilu lebih sedikit. Jadi lebih mudah menagemennya. Dan keempat, tidak ada incumbent sehingga iklim persaingan lebih seru. Dengan demikian bisa mengundang partisipasi pemilih lebih  besar.

"Banyak orang yang khawatir tingkat partisipasi Pemilu sekarang rendah. Pemikiran itu diambil dari data pemilih di Pemilukada. Saya rasa beda. Tidak bisa data Pemilukada digunakan untuk meneropong di Pemilu 2014. Nah, menurut beberapa survey, trend-nya itu meningkat. Bila Pemilu tahun 1999 kita mencapai record tingkat partisipasi 90-an persen, Pemilu 2004 menjadi  80-an persen. Pada Pemilu 2009 mengalami penurunan menjadi 70-an persen," ungkapnya.

"Maka pada Pemilu 2014 ada kemungkinan naik 80-an persen atau bahkan kita harapkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 90-an persen lagi. Kita harus optimis. Kita tidak perlu terlalu risau dengan analisa negatif. Yang penting kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan supaya optimisme bisa terwujud," tambah Jimly. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya