Berita

Cak Ali Tak Risau Disebut Elektabilitasnya Rendah

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 18:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peserta Konvensi Capres Demokrat Ali Masykur Musa tak risau disebut elektabilitasnya rendah oleh lembaga survei. Cak Ali, demikian ia disapa, menegaskan hasil survei tak mengganggu kerja-kerja politiknya untuk bisa lebih dekat dengan rakyat kalangan bawah.

"Saya berterimakasih kalau ada yang menilai elektabilitas saya rendah. Namun izinkan saya juga menyampaikan bahwa strategi yang kita lakukan adalah grass root. Tidak glamour. Sesuai latar belakang saya dari NU," ujar Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu kepada wartawan usai memberi pidato di Kantor Sekretariat Konvensi di Jalan Pati Unus No 75 Jakarta Selatan (Selasa, 7/1).

Cak Ali menyatakan hasil survei bukan akhir segalanya. Hasil survei justru mendorong dirinya untuk lebih giat lagi melakukan kerja-kerja politik yang nyata. Cak Ali sama sekali tidak kuatir karena peluang keterpilihan semua capres yang ada saat ini, termasuk dirinya, masih sama.


"Saya yakin masih ada peluang," tekannya.

Cak Ali mengungkapkan salah satu strategi kampanye yang dilakukannya adalah membangun komunikasi terus menerus dengan keluarga besar NU, yang saat ini jumlahnya 40% dari seluruh rakyat Indonesia. Sebagai kader NU tulen, anggota BPK RI itu yakni orang NU pasti memilihnya di Pilpres mendatang.

"Saya juga incar pemilih pemula. Masih ada waktu untuk menggarap mereka," imbuhnya.

Strategi lainnya, Cak Ali mengatakan akan menyasar masyarakat lintas agama.

"Sejauh ini tidak ada ganjalan, insya Allah cair," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya