Berita

net

Politik

Jadi Presiden, Cak Ali Perbesar Subsidi untuk Petani dan Nelayan

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 18:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Petani dan nelayan Indonesia kurang mendapat perhatian. Subsidi yang diberikan pemerintah terhadap petani dan nelayan masih kurang. Karenanya jika diberi amanah memimpin Negara ini, dia berjanji akan menambah subsidi bagi petani dan nelayan.

"Jika Allah menghendaki saya jadi Presiden Indonesia ke-7, maka subsidi untuk petani dan nelayan harus kita tingkatkan. Pada anggaran 2013 petani dan nelayan hanya mendapatkan Rp 21 triliun dari anggaran APBN yang jumlahnya Rp 1.000 triliun, ini tidak cukup untuk memproteksi nelayan dan petani," kata Ali, peserta Konvensi Capres Demokrat saat memberikan pidato di Kantor Sekretariat Konvensi di Jalan Pati Unus no 75, Jakarta Selatan, Selasa (7/1).

Ali Masykur menuturkan dirinya juga akan mengurangi subsidi bahan bakar minyak untuk dialokasikan kepada nelayan dan petani. Karena menurutnya, BBM hanya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas.


"Kalau tidak ada perpindahan dari subsidi BBM ke subsidi pangan, maka akan terjadi kesenjangan," ucapnya.

Lebih jauh Cak Ali, demikian Ali Masykur disapa, mengatakan, saat ini petani dan nelayan di Indonesia hanya mendapatkan jatah 2 juta kiloliter BBM dari 48 juta kilo liter yang disubsidi pemerintah. Dengan 2 juta kiloliter itu, nelayan dan petani dipastikan kesulitan untuk menjalankan aktifitasnya seperti mau membajak sawah kekurangan solar untuk menjalankan traktor.

"Kalau mau jadi negara berdaulat, harus dibuktikan dengan ketahanan pangan," tuturnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya